SIDOARJO-KEMPALAN: DPC Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) se Sidoarjo periode 2022-2025 resmi di lantik dan dikukuhkan pada Sabtu( 05/03) di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Pelantikan dan pengukuhan mengusung tema “Pemulihan ekomoni pasca pandemi Covid 19″ tersebut, APKLI meminta pemerintah daerah lebih arif dan bijaksana khusus yang berhubungan dengan pandemi Covid-19.
“Kami siap bersinergi dengan Pemkab Sidoarjo, termasuk mendukung semua program yang dijalankan asalkan kami tetap bisa berjualan dengan aman dan nyaman selama masa pandemi,” Terang Ketua DPC APKLI Sidoarjo, Abdul Munif.
Ia juga mengatakan para PKL menjadi pihak yang paling merasakan dampak negatif selama pandemi Covid 19 sejak awal 2020 lalu.
Karena itu pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendata, menata sekaligus memberdayakan semua anggotanya agar mereka tetap bisa bertahap hidup selama masa pandemi yang tak kunjung berakhir hingga saat ini.
“Prioritas kami adalah PKL-PKL yang tercatat sebagai warga Sidoarjo dulu. Baru setelah itu mereka yang datang dari luar kota,” Abdul tambah Munif.
Iapun berharap langkah tersebut bisa menolong para PKL untuk tetap bisa berjualan dan mendapatkan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
“Salah satunya melakukan penjualan secara online. Dan langkah ini akan terus kami sosialisasikan pada yang lain sebagai upaya untuk menyiasati masa pandemi,” imbuhnya.
Ke depan ia berharap Pemkab Sidoarjo memiliki program-program untuk mendukung para PKL tersebut. Misalnya dengan membuat sentra-sentra PKL yang layak menjadi daerah kunjungan wisata seperti di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Bahkan kalau bisa, sentra-sentra PKL itu tersebar di seluruh wilayah kecamatan sehingga tidak terkonsentrasi di pusat kota saja,” tegas Abdul Munif.
Sementara itu Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor dalam sambutannya mengatakan, pemberdayaan PKL sudah tercatat sebagai salah satu dari 17 program prioritasnya yang telah tersurat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kami mengkategorikan para PKL ini sebagai pelaku UMKM dan saya juga mencanangkan program UMKM naik kelas,” terangnya.
Salah satu rencana tindak lanjut yang sudah dirumuskan adalah melakukan pendataan.
“Tujuannya biar kami tahu kebutuhan UMKM itu apa. Misalnya ijin usaha, sertifikasi halal, Hak Atas Kekayaan Interlektual (HAKI) modal dan lain sebagainya. Jika sudah tahu, kami bisa berikan bantuan sesuai item yang dibutuhkan,” imbuh bupati yang baru saja mendapat rapor biru(memuaskan-red) dari Gubenur Jatim tersebut.
Muhdlor mengakui ingin semua pelaku UMKM termasuk para PKL di Sidoarjo memiliki daya saing tinggi sehingga mampu hidup sejahtera. “Karena itu tidak ada salahnya mencoba memasarkan barang dagangan anda melalui pasar digital di jaman teknologi 5.0 seperti sekarang ini,” tuturnya.
Selain itu pihaknya juga akan berusaha membantu membuka pasar baru melalui perusahaan-perusahaan ritel raksasa berskala nasional yang memiliki gerai di kota delta. Dan potensi ke arah sana menurutnya sangat besar.
Gus Muhdlor juga meminta kepada para pengurus DPC APKLI yang baru dilantik segera bekerja sebaik-baiknya. “Yang paling dekat dengan kita adalah kematian, yang paling besar dalam hidup kita adalah nafsu, dan beban terberat yang harus kita pikul adalah amanah,”pungkas Muhdlor. (Ambari Taufiq)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi