DNIPRO, KEMPALAN: Di kota-kota Ukraina dekat perbatasan Rusia, anda dapat mendengar bunyi peperangan: letupan senjata api, ledakan, dan lengkingan sirine serangan udara. Tapi ada satu bunyi perang yang tak disangka, yaitu bunyi nyaring botol-botol alkohol di alun-alun kota Dnipro.
Dnipro yang belum dicapai militer Rusia bukan berarti warganya bersantai-santai. Di alun-alun kota Dnipro, warga Dnipro sibuk mengumpulkan botol-botol bekas alkohol dan soft drink untuk didaur ulang menjadi bom Molotov.
Dengan tertekannya militer Ukraina, pemerintah Ukraina mengimbau rakyatnya untuk bantu pertahankan tanah air. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menetap di Kyiv setelah menolak tawaran presiden AS untuk evakuasi, telah menyelenggarakan program mempersenjatai warga sipil. Sekarang ini, 18,000 senapan mesin dan senapan serbu telah dijanjikan.
BACA JUGA: Partai Ummat Usulkan Indonesia Jadi Penengah Konflik Rusia-Ukraina
Pemerintah juga mengimbau warganya untuk membuat bom Molotov, lengkap dengan instruksi meraciknya yang disebarkan melalui televisi, radio, dan internet.
Molotov pertama kali digunakan oleh tantara Finlandia untuk melawan Uni Soviet di Perang Musim Dingin 1939. Ironisnya, tentara Finalndia menamai bom itu dari nama Menteri Luar Negeri Uni Soviet masa itu, Vyacheslav Molotov, yang terkenal dari pakta Ribbentrop-Molotov.

Sebagai senjata improvisasi, ada banyak variasi Molotov berdasar bahan apa yang tersedia . Bahan yang dipilih warga Dnipro adalah botol kaca, kain, soda pengembang, Styrofoam (polystyrene), karet, sabun, minyak goreng, bensin, dan vodka.
Warga Dnipro tampak mengerumuni tumpukkan baju-baju seakan ada diskon besar-besaran. Namun, mereka tidak berniat memakainya. Mereka disana untuk merobek-robek baju untuk kainnya agar dijadikan sumbu bom Molotov.
BACA JUGA: Tiongkok Mulai Jauhi Rusia di Tengah Ekonomi yang Makin Buruk
Seorang nenek menginjak-injak Styrofoam hingga hancur berkeping-keping agar cukup dimasukkan ke botol. Lainnya menggunakan pemarut keju untuk hasil yang lebih halus. Pasokan yang terbatas pun memaksa warga Dnipro untuk mengambil Styrofoam dari dinding pengedap suara studio musik dipenjuru Dnipro.
Begitulah suasana kota Dnipro. Berbagai warga dari hidup dan pekerjaan yang berbeda bergotong royong mempertahankan tanah air dengan apa adanya. (Jericho Fikri, Channel 4 News)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi