LONDON-KEMPALAN: Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga menjadi sasaran kritik dari para penggemar serta pandit sepakbola usai dirinya gagal mengeksekusi penalti di laga final Piala Liga Inggris.
Tak hanya gagal mengeksekusi penalti, Kepa juga tak mampu menghentikan satupun sepakan penalti para pemain Liverpool.
Pada laga final Piala Liga Inggris yang berlangsung di Wembley Stadium pada Minggu (27/2) malam tadi, Kepa masuk pada menit 119 di babak extra time untuk menggantikan Edouard Mendy.
Kiper berusia 27 tahun itu hanya bermain selama dua menit sebelum wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak perpanjangan waktu.
Masuknya Kepa di menit-menit akhir babak perpanjangan waktu ini merupakan salah satu strategi Thomas Tuchel dalam menghadapi babak adu penalti.
Sebelumnya, pada laga Piala Super Eropa, yang berlangsung pada bulan Agustus 2021, Chelsea yang saat itu menghadapi juara Liga Europa Villarreal juga memasukkan Kepa di menit akhir babak perpanjangan waktu.
Pada laga itu Kepa menjadi pahlawan The Blues. Kiper asal Spanyol itu berhasil menahan dua sepakan pemain the Yellow Submarines dan membawa Chelsea meraih gelar juara Piala Super Eropa.
Sayangnya, Hal yang saya tak terulang lagi di babak Final Piala Liga Inggris. mantan kiper Athletic Bilbao itu tak mampu menahan satupun tendangan pemain Liverpool, termasuk sepakan sang kiper lawan Caoimhin Kelleher.
Lebih buruknya lagi, Kepa yang maju sebagai penendang ke-11 juga gagal mengeksekusi tendangan penaltinya. Kiper asal Spanyol itu menyepak bola terlalu tinggi sehingga bola hanya melambung di atas mistar gawang Kelleher.
Kegagalan Kepa itu menyebabkan Liverpool akhirnya memenangkan laga dan berhak meraih trofi Piala Liga Inggris untuk kesembilan kalinya, dan membuat mereka menjadi klub dengan raihan trofi Piala Liga Inggris terbanyak sepanjang sejarah.
(Google Sports, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi