Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 23:23 WIB
Surabaya
--°C

Banyuwangi

Kepala Desa Tampo, Hasim Ashari mengatakan pemotongan plang papan nama itu tidak punya maksud apa-apa kecuali untuk memelihara ketertiban, menjaga ketenteraman, dan menjaga kekhusyukan ibadah. Sempat terjadi ketegangan ketika seorang pengurus Muhammadiyah meminta surat perintah atau berita acara pembongkaran.

Peristiwa lainya terjadi di Jakarta dan menjadi berita nasional. PP Muhammadiyah menegaskan menolak wacana Pemilu 2024 ditunda. Sekum PP Muhammadiyah Prof. Dr Abdul Mu’ti meminta para elite bersikap lebih arif. “Terkait dengan wacana penundaan pemilu, sebaiknya para elite politik bersikap arif, bijaksana, serta mementingkan masa depan bangsa dan negara di atas kepentingan individu dan kelompok.” Begitu kata Abdul Mu’ti.

Mu’ti mengingatkan para elite untuk tidak menambah masalah dengan melanggar UUD 1945. Dia menyarankan para elite langsung melihat kondisi masyarakat. Janganlah menambah masalah bangsa dengan wacana yang berpotensi melanggar Konstitusi. Sebaiknya para elite itu melihat langsung keadaan di masyarakat. Pahami keadaan dan perasaan mereka. Jangan hanya membaca hasil survei yang mungkin saja tidak akurat.

Sebaiknya wacana menunda pemilu–yang berimplikasi pada perpanjangan masa bakti presiden-wakil presiden, menteri, DPD, DPR, dan DPRD serta jabatan terkait lainnya–diakhiri. Mari berpikir jernih dan jangka panjang. Begitu pernyataan Abdul Mu’ti.
Wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi mencuat lagi setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberi usul agar Pemilu 2024 ditunda satu atau dua  tahun. Seperti paduan suara, Ketum PAN Zulkifli Hasan juga setuju Pemilu 2024 ditunda. Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga ikut menyumbangkan suara menjadi trio yang kompak.

Ini bukan lagu baru, tapi lagu lama yang diaransemen ulang, dan dinyanyikan lagi dalam paduan trio. Sebelumnya sudah pernah muncul usulan yang sama. Bahkan sudah ada sekretariat nasional yang dibentuk untuk menampung gerakan itu.

Muncul reaksi keras atas gagasan itu. Para penggagas pun tiarap dulu, tapi otak tetap jalan. Sekarang, ketika kondisi dianggap lebih aman gagasan itu dilempar lagi. Gerakan samping pun dibuat. Beberapa deklarasi ‘’2024 Ikut Jokowi’’ digelindingkan. Berbagai dukungan dari rakyat disuarakan, mulai dari pedagang kaki lima sampai penjual bakso.

Situasinya seperti déjà vu, perulangan kembali peristiwa lama yang sudah pernah terjadi. Lontaran dari trio ketua parpol itu akan terus menggelinding. Satu persatu akan muncul dukungan dan deklarasi.

Jokowi sudah menegaskan tidak setuju atas gagasan itu. Gagasan itu dianggap sebagai cari muka dan menjerumuskan Jokowi. Tapi, pernyataan Jokowi tidak membawa efek. Gerakannya diubah menjadi gerakan samping. Dengan menunda pemilu otomatis masa jabatan kepresidenan ikut diperpanjang.

‘’Kalau perpanjangan masa kepresidenan itu menjadi kehendak rakyat, maka presiden tidak bisa menolak.’’ Itu bukan pernyataan Presiden Joko Widodo, tapi pernyataan Presiden Soeharto pada masa kekuasaannya. Ketika itu muncul dukungan dari rakyat supaya Soeharto terus melanjutkan kepemimpinannya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.