KIEV-KEMPALAN: Telah terjadi baku tembak yang dahsyat antara pasukan militer Rusia dengan pasukan militer Ukraina di Reaktor Nuklir Chernobyl yang hingga saat ini masih memancarkan radioaktif berbahaya sejak adanya peristiwa pada 36 tahun lalu.
Pada saat ini, Jumat (25/2), pihak Rusia sudah mengambil alih reaktor nuklir tersebut setelah adanya pertempuran yang dahsyat antara pihak Rusia dengan Pihak Ukraina.
Kondisi reaktor nuklir yang mengalami ledakan pada 36 tahun lalu masih tidak diketahui kondisinya secara pasti.
Berdasarkan pernyataan dari seorang intelijen senior AS, ia mengatakan bahwa Rusia sengaja mengambil alih Chernobyl dengan tujuan untuk menuju Kiev yang hanya berjarak 130 Km.
Igor Novikov yang merupakan Penasehat dari Presiden Ukraina mengatakan bahwa pengambilalihan Reaktor Nuklir Chernobyl harus dibahas secara darurat karena menyangkut semakin besarnya ancaman ke Eropa.
“Saya akan menjelaskan sedikit mengenai bahaya yang dihadapi kawan kami di Barat. Pada saat ini, Ukraina memiliki 15 reaktor nuklir aktif dan 1 reaktor nuklir mati yaitu di Chernobyl. Lengah satu detik saja, semua orang di Eropa menghadapi bencana yang sangat besar” ucap Novikov, melansir dari Aljazeera.
Presiden Ukraina yaitu Zelenskyy mengatakan bahwa pasukan militer Ukraina mencoba bertahan dari serangan Rusia dengan tujuan “Supaya tragedi 1986 tidak terulang kembali”.
Ia kemudian menyatakan bahwa tindakan Rusia mengambil alih Chernobyl merupakan “Deklarasi Perang kepada seluruh Eropa”.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi