KEMPALAN: Anjir atau anjay adalah bahasa gaul untuk menyebut anjing. Anak-anak gaul milenial sering mamakai istilah itu sehari-hari. Konotasinya tidak selalu negatif, sebaliknya istilah itu sering dipakai untuk menunjukkan ekspresi kekaguman atau kegembiraan.
Menyebut kata anjing dalam percakapan sehari-hari dianggap kasar. Karena itu anak-anak gaul mencari padanannya yang lebih halus, dan ditemukanlah kata anjir dan anjay. Kosakata ini sempat menjadi perdebatan publik ketika menjadi viral pada akhir 2020. Ketika itu muncul kekhawatiran terhadap dampak negatif dari penggunaan istilah itu. Banyak kalangan yang meminta supaya istilah itu tidak dipakai dalam pergaulan. Dalam praktiknya anjir atau anjay tetap dipakai sebagai bahasa gaul sampai sekarang.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memakai anjing untuk perumpamaan suara yang mengganggu. Ketika menjelaskan mengenai aturan baru yang dikeluarkannya untuk mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musholla, Yaqut mengumpamakan suara berisik dari sekitar kita sebagai suara berisik beberapa ekor anjing yang menggonggong bersamaan.
BACA JUGA: Kotak Amal
Maunya Yaqut hanya sekadar membuat tamsil atau perbandingan. Tetapi, pemakaian gonggongan anjing untuk perbandingan dengan suara azan menyinggung banyak orang. Ditambah dengan suasana yang masih panas akibat kontroversi pengaturan pengeras suara di masjid, jadilah pernyataan Yaqut itu seperti bensin yang disiram ke api.
Perbandingan yang dibuat Yaqut itu memang sensitif. Jangankan diperbandingkan dengan gonggongan anjing, diperbandingkan dengan suara kidung pun sebagian umat Islam marah. itulah yang terjadi kepada Sukmawati Soekarnoputri yang suatu ketika membaca puisi dan memperbandingkan suara azan dengan kidung.
Di telinga Sukmawati kidung terdengar lebih merdu ketimbang alunan azan. Di mata Sukmawati konde lebih cantik dan anggun ketimbang hijab. Sukmawati mengaku tidak tahu syariat Islam, tetapi itu tidak bisa menghindarkannya dari serangan orang-orang yang menganggapnya melecehkan Islam. Sukmawati dipolisikan, dan Sukmawati meminta maaf.
Yaqut tidak bisa seperti Sukmawati yang mengaku tidak mengerti syairat Islam. Yaqut tentu mengerti syariat Islam. Karena itu level kemarahan sebagian orang menjadi lebih tinggi ketimbang terhadap Sukmawati. Yaqut dipolisikan juga. Bahkan di Sumatera Barat muncul pernyataan yang menegaskan Yaqut haram datang ke wilayah itu.
BACA JUGA: Lord Luhut
Serangkaian demo protes akan digelar, dan sejumlah organisasi mendesak aturan itu dicabut. Kali ini gelombangnya akan makin membesar dan akan menguji ketangguhan Yaqut menghadapi penentang-penentangnya.
Kursi menteri agama menjadi salah satu kursi yang paling panas di kabinet Jokowi. Bahkan seorang jenderal sekelas Fachrul Razi pun tidak bisa bertahan lama di kursi itu. Hanya setahun menjadi menteri agama Fachrul terkena resafel.
Munculnya Yaqut sebagai pengganti Fachrul sempat mengagetkan banyak orang. Malah ada yang mengira salah nama antara Yaqut Cholil Qoumas dengan kakaknya, Yahya Cholil Staquf. Banyak yang menyebut Yahya lebih pantas menjadi menteri agama ketimbang Yaqut. Belakangan, duet kakak beradik itu menduduki posisi yang sangat penting setelah Yaqut menjadi menteri agama dan Yahya menjadi ketua PBNU.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi