Sabtu, 18 April 2026, pukul : 17:42 WIB
Surabaya
--°C

Anjing Menggonggong

Keduanya ialah putra K.H Cholil Bisri, seorang ulama cum politisi dari Rembang Jawa Tengah yang bersaudara dengan K.H Mustofa Bisri atau Gus Mus. Kiai Cholil lebih banyak menempuh perjuangan di jalur politik dengan menjadi anggota dewan dan ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa. Sementara Gus Mus lebih banyak bergerak di jalur kultural dan intelektual dan dihormati sebagai ulama cum budayawan yang berwibawa.

‘’Geng Rembang’’ ini melahirkan tokoh-tokoh muda yang pada eranya memunculkan wacana yang menggegerkan. Menantu Gus Mus, Ulil Abshar Abdalla pada 2002 menimbulkan kegemparan nasional setelah memunculkan gagasan perlunya penyegaran ajaran Islam dengan mendirikan Jaringan Islam Liberal.

BACA JUGA: Oki dan KDRT

Artikel Ulil ‘’Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam’’ muncul di Harian Kompas dan menjadi ledakan bom yang menggegerkan jagat pemikiran Islam Indonesia. Ulil menyampaikan pokok-pokok gagasannya untuk menyegarkan Islam yang disebutnya dilanda kejumudan atau kebekuan gagasan.

Dalam pandangan Ulil, sekumpulan hukum Islam yang selama ini diyakini sebagai hukum yang baku harus disegarkan kembali, karena tidak sesuai dengan kondisi dan tuntutan modernitas. Sejumlah hukum Islam seperti potong tangan, pemakaian hijab, jenggot, dan beberapa hal lainnya adalah kompilasi adat pada abad ke-7 yang didasari oleh adat Arab, dan karena itu tidak bisa dijadikan sebagai hukum Islam yang universal.

Dalam pandangan Ulil hukum Islam itu bersifat lokal dan partikular serta situasional di wilayah Arab pada masa itu. Karena itu dibutuhkan reinterpretasi ulang terhadap hukum itu dari sumber Alquran untuk bisa menjawab semua kebutuhan manusia modern.

Ulil dan sekelompok temannya kemudia mendirikan Jaringan Islam Liberal (JIL) yang membuat marah banyak tokoh Islam karena gagasan liberalismenya dianggap menyimpang dari ajaran Islam. Artikel Ulil itu mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Banyak yang marah dan menuduh Ulil sudah melenceng dari ajaran Islam.

BACA JUGA: Kartel Minyak Goreng

Bahkan muncul fatwa hukuman mati terhadap Ulil dari Forum Ulama Umat Islam (FUUI) yang diketuai tokoh NU KH, Athian Ali. Ulil juga dicekal masuk ke Malaysia dan beberapa kelompok organisasi Islam memboikotnya.

Sehari setelah artikel Ulil itu muncul, Gus Mus menulis artikel tanggapan di Kompas untuk sang menantu. Dalam artikel itu Gus Mus secara halus menyentil telinga Ulil. Menurut sang mertua, gagasan sang menantu mungkin mengandung kebenaran, tapi cara yang dipergunakannya keliru.
Gus Mus menyebut Ulil menuliskan gagasannya dengan nada geram dan marah, seolah-olah di hadapannya ada orang-orang berjenggot yang menjadi musuhnya. Menulis dengan nada geram dan marah akan menghilangkan kejernihan pikiran. Begitu kata Gus Mus.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.