Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 14:16 WIB
Surabaya
--°C

Azan

Warga kampung yang dulu menjadi tuan rumah, sekarang berubah menjadi minoritas yang dikepung oleh berbagai kompleks perumahan. Perubahan sosial ini membawa perubahan kebiasaan. Suara pengeras suara yang dulu hanya didengar oleh warga kampung, sekarang didengar oleh warga yang lebih banyak. Kalau dulu warga kampung relatif homogen, saling kenal, dan menjadi semacam keluarga besar, sekarang berubah menjadi sangat heterogen dan lebih individualistis.

Pengeras suara di masjid tidak sekadar menjadi alat syiar azan atau pun pengajian, tetapi sudah menjadi alat komunikasi untuk mengumumkan berbagai persoalan warga, misalnya kalau ada warga yang meninggal dunia. Tradisi itu menjadi tradisi masyarakat kampung yang menunjukkan kerekatan kekerabatan di antara mereka. Tetapi, setelah kampung itu terkepung oleh berbagai macam kompleks perumahan baru maka kampung itu menjadi terisolasi dan teraleniasi. Tradisi pengeras suara yang dulu dianggap sebagai hal yang biasa sekarang dianggap sebagai hiruk-pikuk yang mengganggu.

BACA JUGA  Kenneth Henson Sutianto Menangi “Perang Bintang” dalam IJG Premier League 5

BACA JUGA: Banteng vs Celeng

Dialektika perubahan struktur masyarakat ini menimbulkan berbagai ketegangan. Masyarakat tradisional yang merasa terancam oleh kedatangan orang-orang baru, kemudian menciptakan kelompok sendiri yang hidup di dalam sebuah enclave, wilayah tersendiri, dan menciptakan identitasnya sendiri.

Warga asli yang tinggal di dalam enclave yang terkepung itu mempertahankan eksistensinya dari ancaman penetrasi budaya luar. Sementara para pendatang juga mempertahankan privilegenya sebagai kelas menengah baru yang hidup di balik rumah berpagar tinggi menjadi kelompok ‘’gated community’’ masyarakat berpagar. Kelompok ini tinggal di permukiman tertutup dalam kelompok sosial yang homogen dengan ruang publik yang diprivatisasi dengan membatasi akses melalui penerapan perangkat keamanan.

BACA JUGA  Topeng Narsistik Makin Lihai Seiring Usia

Sebagai makhluk sosial, manusia punya kecenderungan hidup berkelompok dan saling bergantung satu sama lain. Kecenderungan itu mendorong manusia membentuk beragam jenis persekutuan dalam masyarakat, mereka adalah himpunan manusia yang hidup bersama, memiliki hubungan timbal balik yang saling memengaruhi, serta punya kesadaran untuk saling menolong dan membutuhkan satu sama lain.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.