Ekonom Rizal Ramli tak mempercayai alasan Lutfi. Dia menyebut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi asal ‘mangap’ menyebut babi penyebab kenaikan harga kedelai di Indonesia.
BACA JUGA: Kelangkaan Minyak Goreng seperti Jalan Tiada Ujung
Kasihan Menteri Lutfi yang babak belur mengatasi problem di wilayah cakupan kementeriannya. Seluruh sembilan bahan pokok yang menjadi hajat hidup orang banyak, kondisinya kritis. Paling mencolok perhatian, kelangkaan serta mahalnya harga minyak goreng dan harga tahu tempe sekarang.
Mendag Lutfi dan tim minggu lalu sampai “mengosongkan” kantor, menerjunkan semua stafnya, untuk memantau penyaluran minyak goreng hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Namun, cucu menantu tokoh pers Nasional Adinegoro itu tetap dikecam DPR karena absen menghadiri rapat koordinasi di Parlemen.
Minggu lalu mungkin menjadi minggu buruk buat Lutfi dan tim. Bak menghadapi dilema buah simalakama. Dia pasti tahu rapat DPR penting. Namun, bekerja sesuai visi Presiden RI lebih mendesak lagi. Begitu saja pun — sudah terjun ke daerah –urusan minyak goreng tidak selesai-selesai.
Setiap kali berada di daerah, Lutfi malah dihadang pemandangan mengerikan. Kerumunan ibu-ibu sampai harus bergelut untuk mendapatkan sebotol dua botol minyak goreng. Entah kemana petugas pengawas protokol kesehatan dari Satgas Covid-19? Saya tidak bisa membayangkan seperti apa laporan Lutfi kepada Presiden sebagai pemilik visi tunggal kerja para pembantunya. Semoga “dunia” Lutfi tidak berhenti berputar karena dihentikan oleh si pemilik visi itu sendiri. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi