Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 14:16 WIB
Surabaya
--°C

Menuju Krisis Legitimasi Jokowi

Krisis legitimasi mengacu pada turunnya kepercayaan dari fungsi-fungsi administratif, lembaga, atau kepemimpinan seperti diungkap oleh David Friedrichs (1980) dalam “The Legitimacy Crisis in the United States: A Conceptual Analysis).

Habermas dalam legitimation Crisis (1976)  memperluas konsep tersebut, mengklaim bahwa dengan krisis legitimasi, lembaga atau organisasi tidak memiliki kemampuan administrasi untuk mempertahankan atau membangun struktur yang efektif dalam mencapai tujuan akhir mereka.

Istilah itu sendiri telah disamaratakan oleh ilmuwan lain untuk merujuk tidak hanya pada ranah politik, tetapi untuk struktur organisasi dan kelembagaan yang disampaikan oleh Mark Suchman (1995) dalam “Managing Legitimacy: Strategic and Institutional Approaches”.)

Krisis legitimasi oleh masyarakat itu tidak harus ditunjukkan dengan sikap demonstrasi atau anarkhi. Tetapi cukup dari pola pikir masyarakat. Masyarakat kini mulai menampakkan sikap adanya krisis tersebut. Berbagai “guneman” atau pembicaraan di masyarakat, di pasar, dan di tempat umum lainnya tercuat rasa marah dan kecewa atas berbagai kebijakan pemerinah.

Kompleksitas dan masalah saling ketergantungan satu sama lain itu khususnya berlaku bagi negara-negara di dunia berkembang di mana rasionalitas dan legitimasi semakin sulit dipertahankan. Ketidakmampuan pemerintah untuk mengkompensasi, melalui penyediaan materi bagi rakyatnya, karena kurangnya rasionalitas telah mengakibatkan hilangnya legitimasi dan krisis ekonomi yang meluas di sektor sosial budaya.

Namun memang, di atas itu semua, kita semua pun juga harus introspeksi dengan merenungkan apa yang Imam Al Ghazali sampaikan dalam kitab Ihya Ulumuddin mengungkapkan bahwa “Fasadur ra’yati min fasadul muluk, wa fasadul muluki min ulama-issuk” yang artinya “rusaknya rakyat adalah dari rusaknya para pemimpin, dan rusaknya pemimpn adalah dari ulamanya yang buruk.”

Bagaimana pula peran ulama kita saat ini? Mereka lebih banyak bertikai satu sama lain dan bahkan ada yang hanya untuk bisa “menjilat” pemerintah.

Astaghfirrullah…

(Penulis adalah redaktur kempalan.com dan Dosen Umsida )

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.