Jumat, 12 Juni 2026, pukul : 12:32 WIB
Surabaya
--°C

Parigi Moutong

Atas kejahatannya itu Eichmann dijatuhi hukuman mati. Eichmann menolak segala dakwaan dan sama sekali tidak merasa bersalah atas kejahatannya. Ia merasa bahwa Israel tidak punya juridiksi untuk mengadilinya, dan ia hanya bertanggung jawab kepada pimpinannya, yaitu Adolf Hitler.

Eichmann merasa bahwa ia tidak perlu bertanggung jawab kepada hukum atau siapapun, karena ia menjalankan tugas negara. Eichmann hanya bertanggung jawab kepada The Fuhrer Hitler sebagai pengejawentahan negara. Jerman di bawah fasisme Nazi menerapkan sistem negara integralistik yang tidak mengakui hak-hak individu dan menyerapnya menjadi hak kolektif atas nama negara.

BACA JUGA: Wadas Merembet Sulteng, Siji Mati Ditembak

Arendt kaget melihat ketenangan Eichmann selama sidang. Ia jauh dari kesan brutal dan jahat. Sebaliknya, ia terlihat sebagai pria yang penuh dengan martabat dan tipe ayah idaman keluarga. Ia berjalan dengan penuh martabat ketika digiring menuju tiang gantungan yang jaraknya 50 meter dari ruang tahanannya.

BACA JUGA  Kisah Kasih Dalam Sejarah Mutakhir Kita

Bahkan di bawah tiang gantungan pun Eichmann masih tetap bersikukuh dengan pendapatnya bahwa dia tidak bersalah. Dia melakukan kejahatan itu atas nama darma kepada negara dan hanya akan mempertanggungjawabkannya kepada negara.

Eichmann ditangkap di pinggiran Kota Buenos Aires, Argentina, pada 11 Mei 1960 malam, diterbangkan ke Israel sembilan hari kemudian, diadili di Pengadilan Distrik di Jerusalem pada 11 April 1961. Eichmann didakwa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, membunuh orang-orang Yahudi, dan kejaharan perang selama rezim Nazi pada periode Perang Dunia II.

Enam psikiater yang dihadirkan memastikan Eichmaan normal. Arendt menjelaskan keseluruhan pandangan psikologis, sikap Eichmann terhadap istrinya, anak-anaknya, ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya, dan teman-temannya. Tidak ada di antara mereka yang menggambarkannya sebagai pria kejam kelas super-psikopat. Di mata kolega Eichmann adalah laki-laki ideal.

BACA JUGA  Unesa Lancarkan Training Ground Pickleball Academy: Revolusi Pembinaan Atlet Berbasis Sport Science di Surabaya

Dari pengadilan itu terungkap bahwa Eichmann melakukan semua kejahatannya tanpa rasa bersalah sedikit pun. Arendt yang keturunan Yahudi bergidik mendengar semua pengakuan Eichmann, yang menganggap bahwa semua kejahatan yang dilakukan adalah hal yang biasa saja.

Tak ada rasa menyesal sedikit pun, tak ada rasa bersalah sedikit pun. Kejahatan terhadap kemanusiaan yang dia lakukan dia yakini sebagai tindakan negara, bukan tindakan diri pribadinya sendiri. Dia yakin hanya menjalankan tugas negara yang dilindungi oleh undang-undang.

Benar atau salah negara saya. Right or wrong my country, menjadi semboyan untuk membela negara-negara dengan cara apapun. Orang-orang nasionalis, liberalis, maupun fasis, menerjemahkan ungkapan itu dengan caranya masing-masing.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.