Selasa, 30 Juni 2026, pukul : 08:16 WIB
Surabaya
--°C

Merindukan Hati yang Bersih

Sebetulnya perasaan tersebut amat menyiksa batinnya, mengganggu kinerjanya dalam bekerja dan bahkan orang lain mampu menangkap dari aura wajah dan tatapan matanya, sehingga secara tak sadar sering ditampakkan para perilakunya yang salah tingkah dan serba canggung.

Dalam pergaulan sehari-hari tentu kita tak mungkin berharap semua orang akan menyukai kita, atau semua orang akan melakukan cuma hal-hal yang menyenangkan kita, maka apa yang terbaik adalah kita melapangkan hati dan pikiran untuk memberikan udzur (permakluman) atas kesalahan, kekhilafan, kekurangan orang lain.

Mungkin memang cuma demikian kemampuan yang dimilikinya, atau memang mereka tak memahami ada hal yang lebih baik yang bisa mereka lakukan, bukankah jika kita terus memendam kekecewaan tak akan mampu merubah apapun yang sudah terjadi.

BACA JUGA  Ketika Kamu Sudah Teredukasi: NPD Hanya Badut Penuh Drama

Bukankah jika kita justru yang melakukan kekhilafan atau kesalahan, pasti amat berharap orang akan mendahukan untuk memberi alasan pemaaf?

Inilah sejatinya yang disebut Keadilan, kita memperlakukan orang lain sama seperti kita berharap orang lain memperlakukan kita.

Hati akan lebih merasa lega, tanpa beban dan jernih serta lapang jika kita terus menanam dan memupuk agar bibit hati yang bersih dan terbebas dari hama penyakit makin subur.

Dr.Khalid Abu Syadi dalam bukunya Kita Pasti Menang, menulis: “Hal ini mengandung isyarat bahwa amalan kalbu itu lebih penting dan lebih berat daripada amalan fisik… ”

Maka hendaklah kita bersungguh-sungguh dalam meraihnya, dan berusaha ridho pada apapun yang menjadi ketentuan-Nya.

BACA JUGA  Kekerasan Finansial pada Korban Pasangan NPD

Bersyukurlah atas hidayah yang Allah hujamkan dalam hati kita, dalam bagian lain bukunya Dr.Khalid menyatakan:
“Abu Thalib tidak menemukan hidayah padahal dialah orang yang menjaga dan melindungi Rasulullah. Sementara Allah menetapkan hidayah bagi Ikrimah bin Abu Jahal setelah Rasulullah menghalalkan darahnya dan memerintahkan untuk membunuhnya, meskipun ia bergelayut pada tirai Ka’bah… “. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.