Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 17:45 WIB
Surabaya
--°C

Adegan Jalan Hidup Anies, Itu Seperti Air Mengalir

KEMPALAN: Jalan hidup Anies Baswedan itu seperti air mengalir, meski tidak sampai jauh-meski tidak sampai menyebabkan banjir. Ibarat air, ia mengalir sewajarnya. Semacam ada terminal di mana air itu mesti berhenti sesaat, lalu muncul mengalir lagi pada saat lainnya.

Beginilah kisah hidup jalan air Anies mengalir itu.

Anies “dipinang” jadi jubir Joko Widodo-Jusuf Kalla, pada Pilpres 2014. Tugas ia jalankan dengan baik. Jadilah Jokowi-JK Presiden dan Wakil Presiden. Anies “diganjar” jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Saat Anies menjabat sebagai Mendikbud, kementerian ini konon prestasinya ada di peringkat 17 dari kementerian yang ada. Dalam setahun Anies menjadikan Kemendikbud ada di peringkat ke-7. Dan bahkan saat itu, Anies, Susi Pujiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) dan Lukman Hakim Saefuddin (Menteri Agama) dianggap tiga orang yang menjadikan kementeriannya dinilai punya kinerja baik.

Banyak prestasi yang Anies torehkan (silahkan lihat prestasi Anies saat menjabat di Kemendikbud), tentu dengan mata dan hati bersih. Tapi entah mengapa, ia diberhentikan belum genap dua tahun ia mengabdi. Pastilah bukan prestasi yang jeblok, sebagaimana biasa diadakannya reshufle kabinet dengan penggantian menteri. Sampai sekarang tidak ada penjelasan yang bisa dinalar, mengapa Anies mesti di reshufle.

Muncul spekulasi, bahwa Anies terlalu “perkasa” dan cenderung bisa menjadi matahari kembar, jika terus berada di kabinet. Maka, ia diberhentikan. Spekulasi desas-desus ini muncul disebabkan tidak ada penjelasan resmi mengapa ia mesti diberhentikan. Sepertinya yang penting Anies harus diberhentikan. Soal alasan tidak penting. Alasan bisa dibuat sambil lalu, dan spekulasi dibiarkan liar.

Saat mimpin rapat di Kemendikbud, malam hari, Anies ditelpon istana. Meminta malam itu juga Anies menghadap Presiden Jokowi. Anies langsung meluncur ke istana. Beberapa saat menunggu di istana, ternyata yang muncul Mensekneg Pratikno ditemani Sekertarsi Kabinet Pramono Anung. Lalu disampaikan pada Anies, disudahinya jabatan selaku Mendikbud. Anies tidak menanyakan mengapa ia mesti dicopot. Ia sampaikan, bahwa ia terima pencopotan dirinya. Dan kata Pak Pratikno, besok Pak Jokowi akan menemui Anies di istana.

Seperti tidak terjadi apa-apa dengannya. Anies kembali menemui stafnya yang masih rapat, dan ia sampaikan bahwa dipanggilnya ia ke istana, itu untuk mengabarkan bahwa ia diberhentikan selaku menteri. Terkagetlah semua stafnya. Seperti tidak ada angin tidak ada hujan, tapi petir menyambar menggelegar keras begitu saja. Bayangkan saat memimpin rapat ia masih menteri, dan balik ke ruang rapat dalam hitungan jam–setelah balik dari istana–ia tidak lagi menjadi menteri. Ia diberhentikan.

Keesokan harinya, ia ditemui Presiden Jokowi di istana. Dan Jokowi menyampaikan tawaran, Anies mau jabatan apa. Anies menjawab, bahwa ia pantang meminta jabatan. Dan jabatan apa pun yang diberikan Presiden Jokowi, ia akan siap melaksanakan. Dan, Jokowi akan pikirkan jabatan yang pas buat Anies. Lebih kurang demikian dialog antar keduanya itu, yang dibersamai Pak Pratikno. Tidak ada lagi kontak setelahnya, lanjutan akan “ditempatkan” di mana Anies Baswedan setelah pencopotan tanpa sebab, kecuali itu memang hak prerogatif presiden.

Dua pekan sebelum pencopotannya selaku Mendikbud, ada agenda rencana Anies memenuhi undangan dari Amerika Serikat (AS) untuk sebuah seminar. Tentu Anies diundang selaku menteri. Maka, Anies sampaikan pada panitia penyelenggara, bahwa ia sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri. Pihak pengundang menyatakan, bahwa Anies tetap diundang datang untuk berbicara sebagaimana yang sudah diagendakan, meski ia sudah tidak lagi menjadi menteri.

Giliran Anies akan berangkat ke AS, ia terkena demam berdarah. Mustahil ia teruskan untuk memenuhi undangan itu. Maka, Anies dirawat di RS untuk beberapa hari. Sakit itu ternyata bisa buat berkah tersendiri. Karena sakit itu jalan takdir Anies berikutnya ditentukan.

Kisah dicopotnya Anies ini mengharukan. Tapi seperti air mengalir, ini pun merubah jalan takdirnya lempang terbuka.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.