Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 06:48 WIB
Surabaya
--°C

Home Sweet Home, Ash Barty

MELBOURNE-KEMPALAN: Keyakinan Christine O’Neil sehari jelang final Australian Open itu benar-benar terjadi. ’’Aku pikir, dia (Ashleigh Barty) yang bakal memenanginya,’’ begitulah ucapan kofidensi O’Neil sebelum Ash (sapaan Ashleigh Barty) menjalani final Australian Open menghadapi petenis AS Daniel Collins, Sabtu petang (29/1).

Duduk di tribun Rod Laver Arena, Melbourne, O’Neil pun jadi saksi terwujudnya prediksi yang terlontar dari mulut juara Australian Open 1978 itu. Ash pun mengikuti jejaknya sebagai petenis Australia yang memenangi Australian Open.

Petenis Australia Ashleigh Barty memegang trofi juara Australian Open 2022. (Foto: Reuters)

Di final, Ash bisa mengandaskan perlawanan Collins dengan skor 6-3, 7-6 (7-2). Kemenangan yang mengakhiri dahaga publik Negeri Kanguru itu menyaksikan petenis terbaiknya meraih trofi juara di negerinya sendiri setelah 44 tahun hanya jadi penonton.

’’Home Sweet Home’’. Ya, begitulah judul yang dituliskan dalam laman resmi Australian Open, Ausopen, sesaat setelah Ash mengangkat trofi juara Australian Open. ’’Bagiku, ini sudah bagai mimpi yang jadi nyata dan aku sangat bangga jadi orang Australia,’’ ucap petenis nomor wahid di dunia itu.

BACA JUGA  Unesa Gagas Lidah Wetan Bugar: Intervensi Sains Olahraga di Tengah Krisis Obesitas dan Kerawanan Sosial

Final dan juara kali ini pun jadi pencapaian terbesar Ash setelah kali pertama menjajal nyalinya di turnamen tersebut pada edisi 2012. Itu pun dia tak pernah mampu keluar dari “kutukan” Babak Pertama selama lima edisi sejak 2012, 2013, 2014, 2017, dan 2018. Pada 2015 dan 2016 Ash absen dari semua turnamen.

Bahkan ketika dia sudah mampu bangkit dan memenangi Grand Slam pertamanya dalam French Open 2019, di Australian Open pun dia hanya mentok sampai perempat final. Dua tahun yang lalu, mimpi Ash mencapai final pun kandas di semifinal setelah dikalahkan petenis AS Sofia Kenin.

Begitu pula pada tahun lalu ketika dia dihentikan oleh petenis Ceko Karolina Muchova di babak perempat final. Kali ini, Ash bisa mencapai final dengan tidak kecolongan satu set sekalipun di ajang ini.

BACA JUGA  AVC Cup 2026: Drama 5 Set Berakhir Manis, Timnas Voli Indonesia Bungkam Qatar

’’Sebagai orang Australia, bagian yang terpenting dari turnamen ini adalah bisa berbagi dengan begitu banyak orang, dan kalian sangat luar biasa. Penonton di sini adalah salah satu hal paling menyenangkan selama aku bermain. Kalian sudah membuatku rileks, memaksaku memainkan permainan terbaikku,’’ serunya.

Dengan memenangi Australian Open, berarti Ash sudah mampu memenangi tiga gelar Grand Slam. Yaitu dalam ajang French Open 2019 dan Wimbledon 2021. Hanya US Open yang belum pernah dia rengkuh. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.