Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 03:51 WIB
Surabaya
--°C

Gara-Gara Dehidrasi, Wasit FIFA Ini Dua Kali Kecepetan Semprit Peluit Akhir

LIMBE-KEMPALAN: Kesalahan meniup peluit akhir dua kali yang dilakukan oleh wasit dari Kongo Janny Sikazwe dalam pertandingan Grup F antara Tunisia melawan Mali pada 12 Januari lalu, membuka sorotan kepada gelaran Piala Afrika 2021.

Di balik kekalahan 0-1 Tunisia atas Mali tersebut, Sikazwe membunyikan dua kali peluit panjang tidak tepat pada waktunya. Dia melakukannya pada menit ke-85 dan 89. Gara-gara kesalahan itu, Tunisia mengajukan agar laga tersebut diulang.

Konyolnya, ketika laga itu kembali dilangsungkan, pemain-pemain Tunisia yang sudah masuk ke ruang ganti Stade Omnisport de Limbe, Limbe, selang 35 menit setelah laga itu diakhiri, diminta masuk lagi ke lapangan untuk melanjutkan sisa laga.

Kinerja perwasitan dalam ajang Piala Afrika ini pun dipertanyakan. Kepala Bidang Perwasitan AFCON Essam Abdel-Fatah pun membela anggotanya tersebut. Sikazwe yang mewakili Benua Hitam Afrika dalam Piala Dunia 2018 itu, disebut mengalami dehidrasi karena suhu 34 derajat Celcius  dan kehilangan fokus.

’’Wasit menderita karena cuaca panas dan mengalami dehidrasi yang sangat parah. Gara-gara itu dia sampai kehilangan fokus dan kemudian harus dilarikan ke rumah sakit terdekat,’’ kata Abdel-Fatah kepada media Mesir Al-Laib.

Kaena kondisinya itulah Sikazwe sempat menolak untuk meneruskan pertandingan setelah untuk kali kedua dia salah meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan tersebut pada menit ke-89. Di saat itu, wasit keempat Helder Martins de Carvalho dari Angola sempat mengajukan diri menjadi wasit dalam sisa laga tersebut.

’’Akan tetapi, salah satu dari kedua tim tersebut menolaknya,’’ sambung Abdel-Fattah. Tunisia disebut sebagai negara yang menolak wasit diganti pada sisa menit-menit akhir laga di Piala Afrika 2021 ini. Alhasil, laga itu pun berakhir pada menit ke-89.

Pelatih Tunisia Mondher Kebaier menjelaskan alasan mengapa pihaknya murka kepada Sikazwe sekalipun ada alasan medis dari Bidang Perwasitan AFCON. ’’Karena kami merasa masih ada 7 – 8 menit waktu tambahan yang bisa kami jalani. Bisa saja hasil akhirnya berbeda. Keputusannya sulit dimengerti,’’ tutur Kebaier.

Apalagi ketika ada himbauan kepada anak asuhnya mentas dari berendam air es dan kembali ke lapangan. ’’Aku sudah lama jadi pelatih, baru kali ini aku mengalami kejadian seperti ini,’’ sebut Kebaier. (Daily Mail, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.