Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 01:01 WIB
Surabaya
--°C

Seni Grafis: Keluar dari Rahim Kezaliman (Aksi Kebudayaan dan Partisipasi Politik)

Neue Ordnung atau Nazi diciptakan Adolf Hitler untuk membangun mental Jerman Raya Baru dan memburu orang-orang Yahudi serta membendung kekuatan komunis. Akibat dari cengkeraman Hitler bermunculan karya seni grafis yang benar-benar lahir dari kekuatan inheren antara diri seniman dengan kondisi sosial politik pada saat itu. Sehingga lewat karya-karya grafis tersebut kita dapat melihat jauh terhadap kondisi Jerman dan kekejaman tentara Nazi. Jadi melalui karya-karya seni grafis bisa memprediksi atau membaca kahanan suatu wilayah atau negara atas zaman atau eranya.

Kita bisa belajar dari yang pernah dilakukan Mochtar Apin dan Baharudin Marasutan. Karya-karya seni grafisnya (linographs), memperlihatkan cukilan yang tegas dan dinamis—memberikan kesan karakter kokoh dan teguh pada pendirian di setiap figur yang ditampilkan. Menurut Sanento Yuliman, karya mereka merupakan monumen grafis 17 Agustus 1946, menyajikan pernyataan kelahiran bangsa baru dan seni baru di tengah-tengah kemerdekaan Indonesia yang belum stabil.

Selain itu kita bisa menengok seni grafis karya Kathe Schmidt Köllwitz dan Otto Dix, mengisahkan situasi Jerman dikuasai Hitler bersama tentara Nazi, terasa tegang, menakutkan, suram, carut-marut dan penuh ketidakpastian. Köllwitz lewat karya-karya seni grafisnya, menampilkan kekacauan zaman, membawakan suara pedih kemiskinan, perlawanan, kerusuhan, perang sekarat, kematian dan sebagainya.

Anggota Parlemen. (Grafis: Saiful Hadjar)

Sedang grafis Otto Dix, menyuarakan kegairahan hidup tanpa kendali yang dilakukan oleh kaum borjuis besar dan para pengeruk keuntungan semasa perang dari perkembangan ekonomi yang pelan-pelan naik lagi. Kehidupan mereka tanpa terkendali itu berada di tengah-tengah kehidupan mayoritas penduduk serba kekuarangan, ketidakpastian dan jauh dari hidup menyenangkan. Selain itu dia juga menghadirkan grafis tentang perang, kengerian hidup dan penderitaan orang-orang kecil.

Menginjak pada kehidupan kita, hidup di zaman peradaban yang berkembang begitu cepat secara terus-menerus. Perkembangannya dari waktu ke waktu nampak tidak memberikan banyak kemudahan menuju kehidupan yang lebih layak untuk umat manusia.

Seperti perkembangan peradaban yang kita hadapi bersama-sama selama ini, tidak banyak memberikan manfaat untuk umat manusia. Lebih banyak memberikan dampak negatif, menjadi persoalan hidup semakin ruwet. Kita telah merasakan sendiri dari pembangunan yang dicanangkan oleh Orde Baru (Orba)—ekonomi sebagai panglima (1966-1998). Setiap pembangunan yang dikembangkan, banyak melakukan pencemaran air, polusi udara begitu berat, perusakan hutan, pertanian, penyerobotan tanah rakyat dan seterusnya—sering terjadi banjir, tanah longsor, kekeringan, kemerosotan moral, kesenjangan sosial, krisis ekonomi, penyebaran penyakit, disintegrasi dan seterusnya.

Pembangunan ini berjalan lancar selama 32 tahun, atas dasar kebijakan yang dibuat oleh kekuatan kapitalis bekerja sama dengan sistem politik yang mengatasnamakan kekuasaan negara, dengan pendekatan stabilitas keamanan dan kepentingan nasional. Segala kebijakannya dibuat tidak memihak kepentingan rakyat. Dalam hal ini posisi rakyat benar-benar dilemahkan.

Selain itu pembangunan dalam sistem politik Orba juga memberikan dampak pada kepribadian, mengekang diri secara berlebihan, menghindar dari konfrontasi dengan kekuasaan pemerintah, meskipun yakin kebenaran ada dalam dirinya. Orang lebih baik tidak bicara, daripada nanti menuai banyak kesulitan. Kalau perlu menyensor pikirannya sendiri.

Kepribadian…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.