Minggu, 17 Mei 2026, pukul : 01:28 WIB
Surabaya
--°C

Sains di Era Hawking

Mengkritik Einstein

Teori tentang black hole pada dasarnya telah diciptakan oleh Einstein (1879 – 1955), yang merupakan karya terbesar manusia dalam usaha mencari kebenaran. Secara sederhana, teori ini merumuskan struktur matematis yang menjelaskan hubungan gravitasi dengan ruang dan waktu.

Menurut Einstein, ruang dan waktu mempunyai konsep yang menyatu dan tidak bisa dipisahkan sebagaimana anggapan klasik yang ada pada waktu itu. Bagaimana kita mengukur waktu tergantung pada bagaimana kita bergerak di dalam ruang. Misalnya, jika kita bisa bergerak dalam kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi bumi pada porosnya (tapi pada arah yang berlawanan), maka kita akan selalu berada pada posisi yang sama terhadap matahari. Kalau siang ya siang terus, kalau malam ya malam terus. Artinya, tidak ada perubahan jam, hari, bulan dan tahun. Artinya, waktu akan ‘berhenti,’ umur kita tidak bertambah.

Konsep relativitas Einstein ini mengubah pandangan manusia akan alam semesta secara radikal.

Hawking menunjukkan bahwa jika teori relativitas umum itu benar, maka harus ada singularitas di masa lalu yang merupakan permulaan waktu. Menurutnya, segala sesuatu yang ada sebelum singularitas itu tidak dapat dianggap sebagai bagian dari alam semesta ini. Pembuktian Hawking tentang singularitas ‘dentuman besar’(Teori Big Bang) memberinya kesuksesan sepanjang masa.

Menurut ilmuwan Amerika, Robert Oppenheimer (1904 – 1967), sebuah bintang lambat laun akan membakar habis dirinya sendiri dan mulai mengalami keruntuhan akibat pengerutan gravitasi. Keruntuhan gravitasi yang dahsyat akan terjadi begitu suatu bintang mencapai radius kritis, kemudian bintang tersebut akan memutuskan hubungan dengan seluruh alam semesta, menjadi sebuah lubang hitam.

Lubang hitam adalah suatu daerah dimana hukum-hukum fisika tidak berlaku lagi. Tempat itu memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat dan apa pun yang masuk ke dalamnya tidak bisa keluar kembali, termasuk cahaya sekalipun. Menurut pengamatan astronomi, terdapat lubang hitam raksasa di pusat galaksi kita.

Hawking mengatakan bahwa luas permukaan suatu lubang hitam hanya bisa tetap sama atau bertambah, tidak akan pernah berkurang. Ini disebut ”Hukum Pertambahan Luas Hawking”. Hawking selanjutnya mengatakan bahwa lubang hitam tidak sepenuhnya hitam, tapi juga memancarkan radiasi. Penemuan ini membuat Hawking mendapat gelar kehormatan akademik tertinggi Inggris. Dia diangkat menjadi anggota Fellow of The Royal Society.

Selanjutnya: Sains Mengalahkan Filsafat dan Agama

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.