Pada tahap yang lebih canggih pasangan sejenis mungkin akan puas dengan mengadopsi manusia robot sebagai anak dan anggota keluarga. Perkembangan teknologi artificial intelligence memungkinkan robot bisa mempunyai kesempurnaan fisik yang sama dengan manusia.
Perbedaan robot dengan manusia secara fisik bisa dieliminiasi, dan robot mempunyai bentuk fisik yang sama dengan manusia. Perbedaan utama yang dianggap tidak bisa menggantikan manusia oleh robot adalah mengenai perasaan seperti sayang, cinta, benci, dan cemburu.
Tetapi, Robert Skinner penulis buku ‘’Digital Human: Revolusi Digital 4.0 Melibatkan Semua orang’’ mengatakan bahwa ada sifat-sifat robot pada manusia dan ada sifat-sifat manusia yang bisa dimiliki oleh robot melalui teknologi artificial intelligence. Salah satunya adalah kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan input yang didpatnya.
Fenomena robot Deep Blue yang bisa mengalahkan pecatur juara dunia Garry Kasparov menunjukkan kemampuan artificial intelligence untuk mengembangkan dirinya sendiri, dan akhirnya bisa mengalahkan dan jauh mengungguli otak manusia.
Para desainer IBM yang menciptakan Deep Blue adalah programmer komputer, bukan pecatur. Mereka pasti tidak akan bisa mengalahkan Garry Kasparov dalam permainan catur. Tetapi, para programmer itu bisa mendesain robot pintar yang ternyata punya kemampuan analisis yang jauh melebihi manusia normal.
Karena itu tidak akan lama lagi pasti bisa ditemukan robot yang cantik, lembut, penuh kasih sayang dan punya rasa cemburu. Semua sifat-sifat yang diklaim sebagai sifat manusia akan bisa dipunyai oleh robot.
Karena itu cerita-cerita mengenai seorang pria yang jatuh cinta kepada robot, dan kemudian menikahinya akan menjadi cerita yang semakin banyak terjadi. Orang-orang yang punya kelainan orientasi seksual akan mengadopsi bayi-bayi robot yang mungkin bisa didesain untuk berkembang sesuai dengan tahapan perkembangan anak-anak, termasuk perkembangan fisiknya.
Teknologi kloning sudah semakin berkembang. Pasangan sejenis yang menikah akan bisa mendapatkan keturunan melalui teknologi kloning. Para peneliti genetik dan DNA sudah lama menemukan teknologi kloning yang bisa berkembang semakin luas kepada semua mahluk hidup, termasuk manusia.
Para peneliti sudah menemukan teknologi yang mendeteksi penyakit bawaan yang mematikan yang ada pada janin. Dengan teknologi ini janin bisa dihindarkan dari penyakit mematikan. Teknologi ini juga memungkinkan janin didesain menjadi anak yang punya otak super dan fisik prima. Manusia bisa didesain menjadi superman dengan kemajuan teknologi.
Domba Dolly hasil kloning sudah berhasil diciptakan. Eksperimen ini bisa saja dilakukan terhadap manusia. Pasangan sesame pria yang menikah bisa mengambil DNA masing-masing, dan dengan teknologi stem cell menciptakan sperma yang kemudian dibentuk dalam teknologi bayi tabung.
Yang sekarang lazim dilakukan adalah menitipkan bayi tabung kepada seorang perempuan. Di masa depan tidak tertutup kemungkinan akan ada agensi yang menyediakan perempuan untuk mengandung bayi tabung.
Hukum keluarga pasti berubah untuk mengdopsi perkembangan ini. Surrogate mother atau surrogate father, ibu dan ayah angkat, akan punya definisi tersendiri yang memungkinkan pasangan sejenis sesama pria menjadi orang tua kandung tanpa harus mengandung.
Isu mengenai batas ilmu pengetahuan dan etika akan menjadi isu kemanusiaan yang sangat penting. Sekarang pemerintah Amerika Serikat melarang penelitian stem cell atau DNA yang menjurus kepada kloning manusia. Tetapi akan selalu ada pihak swasta yang punya cukup dana besar untuk mendanai penelitian itu, dan pada akhirnya kloning manusia akan terjadi.
Negara-negara komunis dan fasis kemungkinan besar akan mendanai penelitian kloning manusia untuk melahirkan manusia-manusia unggul, sebagaimana yang diimpikan oleh Hitler. Tidak akan lama lagi akan terjadi fenomena ‘’playing god’’ manusia berperan sebagai Tuhan. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi