Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 2 Jan 2022 08:09 WIB ·

Natal yang Abadi


					Natal yang Abadi Perbesar

KEMPALAN: Natal telah tiba! Pohon Natal sudah dari jauh-jauh hari menghiasi tempat-tempat keramaian. Ornamen dan simbol Natal yang dikenal umum juga dipasang karena sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Natal di setiap tahunnya. Beberapa tempat, yang berusaha menunjukkan sisi Kristen dari Natal, memasang miniatur kandang hewan dengan patung seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang mengenakan pakaian Timur Tengah abad pertama, sedang melihat ke palungan dengan bayi di dalamnya. Kemudian di sekitarnya ada patung sekumpulan laki-laki berpakaian seperti gembala dan patung “orang bijak” yang membawa unta bergabung untuk membungkuk kepada bayi ini. Ada sebuah kutipan narasi khotbah Natal di Barat yang mungkin menjadi pengertian kebanyakan orang hari ini, mengisahkan cerita tentang bayi ini dengan kalimat-kalimat indah. Judul bahasa Inggrisnya adalah “One Solitary Life[1]:

Dia lahir di suatu desa yang tidak terkenal

Anak dari seorang perempuan desa

Dia dibesarkan di desa lain yang tidak terkenal

Di mana Dia bekerja di toko tukang kayu

Sampai Dia berusia tiga puluh tahun ketika opini publik berbalik menentang-Nya

Dia tidak pernah menulis buku

Dia tidak pernah menjadi pejabat

Dia tidak pernah kuliah

Dia tidak pernah mencari peluang karier di kota besar

Dia tidak pernah melakukan perjalanan lebih dari dua ratus mil dari tempat Dia dilahirkan

Dia tidak pernah melakukan hal-hal yang sudah disebutkan di atas yang biasanya dikaitkan dengan “kesuksesan”

Dia tidak memiliki gelar apa pun, selain diri-Nya sendiri

Dia baru berusia tiga puluh tiga

Teman-teman-Nya melarikan diri

Salah satu dari mereka menyangkal Dia

Dia diserahkan kepada musuh-musuh-Nya

Dan melewati ejekan dalam suatu persidangan

Dia dipaku di salib di antara dua perampok

Ketika sekarat, algojo-Nya membuang undi untuk memperoleh pakaian-Nya yaitu satu-satunya properti yang Dia miliki di bumi

Saat Dia mati

Dia dibaringkan di kuburan pinjaman orang melalui belas kasihan seorang teman

Sembilan belas abad telah datang dan pergi

Dan hari ini Yesus adalah tokoh sentral umat manusia

Dan pemimpin kemajuan umat manusia

Semua tentara yang pernah berbaris

Semua angkatan laut yang pernah berlayar

Semua parlemen yang pernah bertakhta

Semua raja yang pernah memerintah digabung menjadi satu

Belum pernah memengaruhi kehidupan umat manusia di bumi

Lebih kuat dari hidup satu orang itu

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

KPK Kudu Cepet Tangkap Harun Masiku

28 Januari 2022 - 06:35 WIB

Covid Medical Nemesis?

27 Januari 2022 - 13:28 WIB

Edy Mulyadi Terlalu Nekat Sih, Padahal Ia Bukanlah Arteria Dahlan

27 Januari 2022 - 10:55 WIB

Thuyulkrasi

26 Januari 2022 - 14:53 WIB

Anies dan Gagasan Mewujudkan Persatuan Indonesia

26 Januari 2022 - 13:10 WIB

Daftar Oligarki Viral, Politisi Istana Katut, IKN Digugat

26 Januari 2022 - 12:42 WIB

Trending di kempalanalisis