Menu

Mode Gelap

Kempalandok · 31 Des 2021 14:00 WIB ·

FKM Unair Kembangkan Bawang Putih Fermentasi untuk Lansia pasca Vaksinasi


					Foto produk fermented garlic (ist) 
Perbesar

Foto produk fermented garlic (ist)

SURABAYA, KEMPALAN : Tim peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universiitas Airlangga (FKM UNAIR) bekerja sama dengan dengan Rumah Inovasi Natura berhasil mengembangkan formula fermented garlic. Formula ini dikhususkan untuk para lanjut usia dalam menjaga kesehatan tubuhnya, terutama pasca vaksinasi Covid-19.

Wizara Salisa, salah satu anggota tim peneliitan mengatakan, pengembangan formula ini dilatarbelakangi kebiasaan para lansia mengonsumsi suplemen herbal atau jamu tradisional.

“Berbeda dengan lainnya, fermented garlic ini dengan karakteristik khas dan berbeda dengan produk serupa di pasaran. Setelah melalui proses panjang dan terukur dengan menerapkan cara produksi makanan yang baik,” terangnya, Jumat (31/12).

Bawang putih (Allium sativum L.) telah digunakan di seluruh dunia sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Terdapat dua jenis bawang putih, yaitu bawang putih tunggal dan bawang putih ganda.

Aktivitas antioksidan yang terkandung pada bawang putih tunggal lebih tinggi dibanding bawang putih biasa. Bawang putih tunggal biasanya dikenal oleh masyarakat sebagai jamu.

Untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik, bawang putih tunggal ini dapat diolah menjadi fermented garlic. “Fermented garlic telah dibuktikan memiliki potensial aktivitas biologis empat hingga delapan kali lipat dibandingkan bawang putih tunggal. Fermented garlic juga dilaporkan lebih kaya akan antioksidan,” jelasnya.

Pada dasarnya kandungan senyawa antioksidan dalam fermented garlic lebih stabil dibandingkan bawang putih yaitu S-allyl Cysteine (SAC). Fermented garlic memiliki berbagai manfaat terutama bagi kesehatan, di antaranya mengurangi gula darah, menurunkan kolesterol, menstabilkan tekanan darah, serta mencegah kanker.

Tim peneliti telah melakukan berbagai uji coba pengembangan produk yang meliputi teknik pengolahan, suhu, maupun lama proses fermentasi. Selain itu dilakukan pula uji organoleptik untuk menentukan formula terbaik yang disukai oleh masyarakat, khususnya orang dewasa dan lansia.

“Hasil dari penilaian panelis yang terbaik adalah fermented garlic yang memiliki karakteristik di antaranya rasa enak dengan kombinasi rasa manis dan asam yang pas, serta tekstur yang kenyal,” jelasnya.

Lantaran teksturnya yang kenyal dengan rasa campuran antara manis, asam, dan sedikit pahit, fermented garlic sangat cocok dikonsumsi untuk lansia yang fungsi penelanannya mulai berkurang (dispepsia) sehingga memberikan jaminan keamanan saat mengonsumsinya. (Nani Mashita)

 

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Imelda Ciptakan PPMS untuk Percepat Pertolongan Pertama pada Pasien

27 Januari 2022 - 19:42 WIB

Epidemolog Puji Forkopimda Jatim Tangani Omicron, Khofifah: Kita Harus Terus Sinergi

27 Januari 2022 - 12:53 WIB

UBAYA Kembali Gelar Booster Vaksin Drive-Thru Bersama Halodoc

27 Januari 2022 - 10:59 WIB

Selang Tiga Bulan, Stunting di Surabaya Turun Drastis dari 5.727 Kini 1.657

27 Januari 2022 - 06:31 WIB

Pasien Omicron Surabaya Tinggal Satu Kasus, Wali Kota Eri: Jangan Panik dan Tetap Patuhi Prokes

26 Januari 2022 - 16:15 WIB

Dinkes Surabaya Gerak Cepat Tangani DBD di Menur Pumpungan

26 Januari 2022 - 12:26 WIB

Trending di Kempalandok