Biden Deklarasikan Darurat Bencana setelah Tornado Besar Landa Tujuh Kawasan AS

waktu baca 2 menit
Tornado Kentucky-DW

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Presiden AS yaitu Joe Biden mendeklarasikan Darurat Bencana setelah Tornado yang sangat besar landa Kentucky. Disebutkan bahwa sekitar 30 tornado secara bersamaan menghantam tujuh kawasan AS yang kemudian menimbulkan banyak kerusakan dan bahkan korban jiwa.

Tornado yang baru saja terjadi disebutkan sebagai salah satu bencana tornado terbesar dalam sejarah.

Foto diambil dari Aljazeera

Dari tujuh kawasan AS yang terkena Tornado, kawasan Kentucky menjadi yang paling parah terkena dampaknya.

Hingga saat ini, jumlah kematian akibat Tornado tersebut masih belum jelas, namun pada Senin (13/12), disebutkan bahwa setidaknya enam orang meninggal di Illnois, empat meninggal di Tennessee dan dua meninggal di Arkansas.

Kemudian Kentucky yang menjadi tempat dengan dampak terparah diperkirakan terdapat 50 orang yang meninggal jika melihat data yang diberikan oleh petugas resmi dari AS.

Namun, Gubernur dari Kentucky yaitu Andy Beshear mengatakan pada Sabtu (11/12) bahwa diperkirakan korban yang meninggal telah mencapai angka diatas 100 orang.

Hal tersebut karena terdapat pabrik permen yang memiliki 110 karyawan yang sedang bekerja pada saat itu dan semuanya dikabarkan hilang tersapu Tornado tersebut.

Dari 110 yang dikabarkan hilang, delapan diantaranya telah ditemukan dalam keadaan meninggal oleh Tim Pencari Korban.

“Hal ini merupakan sebuah tragedi” ucap Biden.

“Dan hingga saat ini, kami masih tidak mengetahui berapa banyak nyawa yang hilang serta kerusakan yang terjadi” ucap tambahnya.

Foto diambil dari Aljazeera

Biden kemudian mendeklarasikan Darurat Bencana yang dibarengi dengan adanya kebijakan untuk memberikan bantuan finansial, bantuan pemberian tempat tinggal sementara, bantuan penggantian ganti rugi kerusakan rumah, keringanan utang terhadap kerusakan properti hingga keringanan utang untuk membangun kembali bisnis.

Badan Manajemen Darurat Federal AS (FEMA) memberikan bantuan dengan menyediakan rumah sementara dan mengirimkan timnya dengan bantuan suplai yatu 30,000 makanan serta 45,000 liter air minum bersih.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *