SUMENEP-KEMPALAN-Sejumlah ruas jalan yang menggunakan aspal DGEM di Pulau Raas, Pulau Sapudi dan Gilgenting, Sumenep terlihat banyak rusak beberapa hari setelah diampar.
Kualitas aspal DGEM ini, menjadi sorotan oleh M.Jamil dari Loyalis Fauzi Eva dan Dul Siam sebagai Ketua Komisi 3 DPRD Sumenep.
Mereka ikut mempersoalkan terkait kualitas jalan di Kepulauan Sumenep yang menggunakan aspal DGEM.
Dul Siam mengaku sejak awal sudah meragukan kualitas aspal DGEM yang akan digunakan untuk berbagai ruas jalan di Kepulauan Sapudi, Raas dan Gilgenting, Sumenep.
Hal itu disampaikan Dul Siam saat pembahasan di Komisi 3 DPRD Sumenep dengan Dinas PU Bina Marga Sumenep.
“Komisi 3 di awal pada saat pembahasan sudah mempertanyakan kualitas aspal DGEM. Kalau masih belum diuji & terbukti sebaiknya menggunakan aspal buton yang sudah lama dimanfaatkan masyarakat,” terang Dul Siam via WhatsApp kepada Kempalan.com Minggu (5/12).
Dalam pertemuan itu, sambung Dul Siam, Komisi 3 bersikukuh agar Dinas PU Bina Marga tetap menggunakan aspal Buton yang sudah dilakukan sejak 2016 di sejumlah ruas jalan di kepulauan Sumenep.
Sementara M Jamil meminta kepada Dinas PU Bina Marga sebagai pelaksana proyek jalan yang menggunakan aspal DGEM agar tak dilanjut pada APBD tahun berikutnya.
“Sebaiknya aspal DGEM jangan dipaksakan dipakai kalo kualitasnya jelek. Toh ada aspal buton yang sudah teruji,” sebuta Jamil via WhatsApp kepada kempalan.
Loyalis Fauzi-Eva di Pilkada Sumenep 2020 lalu menyebut, selain kualitas rendah. Harga per ton masih mahal dibanding aspal Buton.
“Kalau aspal buton sudah berpuluh tahun diketahui kualitasnya dan sudah teruji. Harganya lebih murah lagi. Kenapa Dinas PU Bina Marga memaksakan menggunakan aspal DGEM,” tanya Jamil mengakhiri komentarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Eri Susanto, menyebut jalan yang menggunakan aspal DGEM sudah dilakukan sejak tahun 2019.
“Aspal DGEM sudahdipakai di Sumenep untuk ruas jalan Baragung Batuampar pada tahun 2019,” sebut Eri merespon penilaian kualitas aspal DGEM yang banyak terkelupas pasca digelar di sejumlah ruas jalan Kepulauan Sumenep.
Eri mengakui jika karateristik aspal DGEM dari proses awal membutuhkan pengeringan secara perlahan. “Kalau sudah berproses cukup keras seperti yang ada di Bragung sampai saat ini masih baik,” jelas Eri via WhatsApp pada Minggu (5/12).
Karena itu, Dinas PU Bina Marga memberlakukan waktu pemeliharaan lebih panjang dari pekerjaan aspal lainnya.
“Masa pemeliharaannya dibuat 1,5 tahun,” pungkas Eri. (ham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi