BAGHDAD-KEMPALAN: Tim Investigasi PBB yang melakukan investigasi ISIS mengatakan bahwa ISIS telah melakukan kekerasan di Penjara Mosul, Irak.
ISIS dikatakan telah melakukan kriminal perang ke manusia di penjara yang terletak di Utara kota Mosul.
Diperkirakan 1000 tawanan muslim Syiah dibunuh secara sistematis pada tujuh tahun lalu.
Christian Ritscher memberikan laporannya ke Dewan Keamanan PBB pada Kamis (3/12) dengan memberikam banyak bukti dari kuburan massal yang berisikan sisa-sisa eksekusi dari korban.
Sisa-sisa eksekusi korban tersebut dibawa dari Penjara Pusat Badush dan dari saksi mata yang ada, mereka mengatakan bahwa telah ada upaya perencanaan penyerangan pada 10 Juni 2014.
“Tawanan ditangkap ke tempat yang dekat dari penjara, lalu dipisahkan berdasarkan agamanya serta mendapatkan diskiminasi. Sekiranya terdapat 1000 orang tawanan yang merupakan Syiah yang dibunuh secara sistematis” ucapnya.
Ritscher mengatakan bahwa tim investigasi yang menganalisis bukti digital, dokumen dan bukti forensik serta dokumen dari ISIS telah mengidentifikasi beberapa anggota ISIS yang bertanggung jawab dari kejahatan tersebut.
Dari hasil investigasi tersebut juga dikatakan oleh tim investigasi PBB bahwa mereka menyimpulkan ISIS telah melakukan “Kriminal kepada umat manusia dengan melakukan pembunuhan, diskriminasi, penyiksaan dan penghilangan orang secara paksa, persekusi dan aksi tidak berperikemanusiaan lainnya”.
Selain itu, ISIS juga dikenakan “Kriminal perang dengan adanya pembunuhan, penyiksaan, dan tindakan tidak berperikemanusiaan yang melawan martabat manusia”.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi