Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 23:49 WIB
Surabaya
--°C

Perdana Menteri Irak Diserang Drone, Selamat tanpa Luka

Perdana Menteri Irak-

BAGHDAD-KEMPALAN: Perdana Menteri Irak yaitu Mustafa Al-Kadhimi mampu lolos tanpa ada luka sama sekali dari adanya upaya pembunuhan dengan menggunakan serangan drone. Ia diserang di rumahnya sendiri di Baghdad, dan insiden tersebut kemudian semakin menaikkan tensi di Irak terlebih lagi baru saja terjadinya pemilihan umum.

Enam penjaga pribadi Kadhimi yang berada di luar rumahnya mengalami luka-luka dari adanya serangan tersebut. Kemudian juga drone yang digunakan untuk menyerangnya dikabarkan jumlahnya lebih dari satu. Dua diantaranya telah berhasil ditangkal oleh pasukan keamanan yang kemudian drone lainnya berhasil mengenai rumahnya.

Juru bicara pasukan khusus mengatakan bahwa situasi keamanan di sekitar tempat kejadian sudah stabil terlebih lagi berada di Zona Hijau. Semua rumah-rumah, bangunan pemerintahan dan kantor duta besar negara lain juga dipastikan aman dari serangan tersebut.

BACA JUGA  Iran Ancam Tinggalkan Negosiasi, Trump Ngamuk ke Netanyahu: Kamu Gila, Semua Orang Sekarang Benci Israel!

Sejauh ini, tidak ada kelompok yang mengklaim tindakan tersebut.

Dua hari sebelumnya, telah terjadi bentrokan di Baghdad antara kelompok pemerintah dengan pendukung dari partai politik yang dibelakangi oleh Iran. Pendukung partai tersebut kebanyakan berasal dari sayap Kanan yang sebelumnya mengalami kekalahan di parlemen setelah pemilihan umum pada 10 Oktober.

Kadhimi telah memerintahkan untuk melakukan investigasi terkait siapa saja yang terluka dan meninggal dalam bentrokan tersebut.

Menanggapi penyerangan kepada Perdana Menterinya, Presiden Irak yaitu Barham Salih menyesali tindakan tersebut kepada siapapun yang melakukan secara sengaja penyerangan tersebut.

“Kami tidak akan terima bahwa Irak akan terbawa menuju kekacauan dan adanya kudeta melawan sistem konsitusional kami” ucap Barham Salih.

BACA JUGA  Momen Kelulusan di Harvard University, Mahasiswi Baca Al-Qur’an

Pihak AS juga menyesali tindakan tersebut, terlebih lagi dilakukan di jantung negara Irak. Pihak AS juga menawarkan bantuan untuk melakukan investigasi.

(France24, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.