Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 23:25 WIB
Surabaya
--°C

Mengenal Perdana Menteri Kedua Indonesia bersama Gerry van Klinken

SURABAYA-KEMPALAN: Amir Syarifuddin adalah tokoh yang misterius, namun sejumlah buku mengulas mengenai Amir Syarifuddin, seperti Amir Syarifuddin: Nasionalis yang Tersisih karya Yemi Saskia Purba dan Amir Syarifuddin: Antara Negara dan Revolusi yang ditulis oleh Jacques LeClerq.

Namun, ada pula buku karya Gerry van Klinken, peneliti senior KITLV, berjudul 5 Penggerak Bangsa yang Terlupa yang juga menyentuh pribadi Amir Syarifuddin.

Kali ini, Madat Club bersama Komunitas Madani mengulas Perdana Menteri Kedua Republik Indonesia itu bertajuk “Amir Syarifuddin dalam Revolusi Nasional Indonesia” bersama Gerry van Klinken.

“Amir Syarifuddin memiliki kharisma … jelas-jelas saya mengagumi Amir, tapi saya tidak menulis buku (5 Penggerak Bangsa yang Terlupa-red) untuk memuja-muja orang yang saya kagumi,” tambah Gerry.

Menurut Gerry van Klinken, sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pertama, Amir sebenarnya terhitung orang yang pertama membentuk ABRI.

Gerry van Klinken ketika menjelaskan mengenai kiprah Amir Syarifuddin. (ist)

Amir sendiri menemukan kekirian, atau merasa terinspirasi kekirian tokoh kristen yang mungkin berada di pinggir komunitasnya sendiri, salah satunya seorang Jepang bernama Kagawa.

Menurut peneliti senior KITLV Belanda itu, Kagawa terlibat dalam gerakan buruh yang antifasis dan anti-militer. Hal ini membentuk pribadi Amir yang sangat antifasis selama Perang Dunia Kedua.

BACA JUGA  Polwan Jenggala Presisi Polresta Sidoarjo Patroli Kamtibmas Pasca Pilkades Serentak 2026

“Ketika Sukarno dan Hatta bersedia bekerja dengan Jepang, Amir mula-mula anggap hal itu sebagai pengkhianatan terhadap nasionalisme dan kekiriannya,” menurut Prof. Gerry. Namun berubah pikiran sejak keluar dari penjara Malang dan menyaksikan mereka memimpin Republik.

Adapun bagi Klinken, Syahrir merupakan intelektual, sedangkan Amir selalu berusaha merangkul dan dekat dengan pemuda-pemuda yang hidup di luar lingkaran intelektual berpendidikan Eropa. Itu menjadi perbedaan yang cukup tajam yang bermuara pada perpecahan Partai Sosialis (PS).

“Saya tidak tahu apakah PKI ada di Indonesia sebelum perang dunia kedua, meskipun ia (Amir) mengaku sebagai anggota PKI, tapi saya ragu – karena tidak jelas PKI itu makhluk apa sebelum perang dunia,” ujar Gerry terkait dengan klaim Amir sebagai orang PKI. Setelah perang dunia ada banyak kelompok menamakan diri komunis.

Gerry van Klinken dalam diskusi bersama Madat Club dan Komunitas Madani serta LSSB FISH Unesa.

Usai mengundurkan diri dari posisi sebagai Perdana Menteri RI, Amir bergabung dengan FDR.

“Salah satu koalisi, yaitu Front Demokrasi Rakyat, koalisi kelompok kiri yang sangat heterogen dan sangat sulit diatur, disitulah ia (Amir) memilih terjun ke lapangan,” tutur Gerry berkaitan dengan karir organisasi Amir Syarifuddin usai mengundurkan diri dari posisinya sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia. Lasykar-lasykar heterogen inilah lebih menentukan masa depan Republik Indonesia sebagai negara non-etnis, republiken, dan merdeka daripada negara federal di bawah naungan Belanda (a la Malaysia kemudian) yang telah disetujui oleh kelompok moderat/diplomatis.

BACA JUGA  Angka Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29 Persen

Ia menyebutkan bahwa Amir menikmati dukungan dari berbagai partai ketika menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia, berbeda dengan Mohammad Hatta yang merasa terisolasi dari RI dan mencari dukungan internasional. Hal ini bermuara pada sikap Hatta terhadap Peristiwa Madiun.

Berkaitan dengan Peristiwa Madiun, Gerry menyebutkan bahwa Amir sebelumnya tidak pernah memikirkan ada republik yang tunduk kepada Soviet, namun lebih kepada demokrasi representatif yang bisa menampung keinginan untuk menjadi merdeka. Akan tetapi Musso datang dengan rekomendasi dari Komunis Internasional (Komintern).

“Ia lebih kepada sosial demokrat, daripada seorang komunis,” tambahnya.

“Amir tersingkir bukan karena agamanya, namun karena kekiriannya,” tutur Gerry. (Abdul Manaf)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.