KUALA LUMPUR-KEMPALAN: Ismail Sabri Yakoob selaku Perdana Menteri Malaysia mengatakan bahwa pemimpin oposisi mungkin tidak akan terlibat dalam kabinet barunya yang akan ia umumkan anggotanya pada minggu ini usai Sultan Abdullah yang merupakan Raja Malaysia menyepakati tatanannya.
Ia menyampaikan, dirinya harus memberikan daftarnya kepada sang raja dan hanya setelah disepakati baru ia akan mengumumkan seraya menambahkan oposisi tidak berada di dalamnya karena menurutnya tidak ada persatuan dengan oposisi.
Komentar ini muncul usai Istana pada Rabu minggu lalu menuampaikan bahwa Sultan Abdullah menginginkan anggota parlemen harus bersatu untuk membuat persatuan antara seluruh partai politik. Sementara itu pidato kenegaraan Sabri pada Minggu (22/8) menekankan kerja sama dan mengundang pemimpin oposisi untuk bergabung dalam upaya penanggulangan pandemi.
Ia juga menyatakan pada Senin (23/8) bahwa oposisi memberikan timbal balik yang baik dan akan segera menemui mereka seraya menambahkan pembicaraannya dengan pihak oposisi akan berkutat pada bagaimana semua orang dapat berkontribusi.
Namun ia menyerukan kepada masyarakat Malaysia untuk tidak memercayai daftar kabinet yang sedang viral di negara Asia Tenggara itu, namun ia akan mempertimbangkan semua partai yang terlibat berkaitan dengan siapa yang akan menjadi wakil perdana menterinya, salah satu nama yang beredar adalah DPR dari Gombak, Azmin Ali.
Melansir The Strait Times, sejumlah pengamat politik seperti Shamsul Amri Baharuddin dari UKM Institute of Ethics Studies berharap kabinet Sabri nanti akan lebih banyak bekerja ketimbang berbicara, sementara Mazlan Ali dari Universiti Teknologi Malaysia mengatakan bahwa tiga bulan awal dari kepemimpinan Sabri akan sangat penting untuk menentukan keberlanjutannya. (TST, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi