BANGKOK-KEMPALAN: Pemerintah Thailand kembali berencana membuka kembali negaranya sebelum akhir tahun ini karena ada tanda-tanda kasus penularan virus corona mulai mereda. Hal ini masih dipertimbangkan oleh Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA).
CCSA sendiri telah diminta oleh Komite Penyakit Menular Nasional (NCDC) untuk membuka beberapa wilayah di Thailand. Hal ini selaras dengan permintaan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha untuk melakukannya pada 120 hari kemudian. Rencana tersebut disampaikan Prayut dalam sebuah siaran televisi pada 16 Juni lalu.
Opas Karnkawinpong selaku direktur jenderal Departemen Pengendalian Penyakit (DDC), dalam sebuah pertemuan, mengatakan bahwa komite itu telah sepakat untuk menyuguhkan empat permasalahan kepada CCSA untuk dipertimbangkan. Salah satunya adalah persiapan untuk pembukaan kembali yang aman dibawah kebijakan pengendalian penyakit yang disebut “Smart Control and Living with Covid-19”.
Opas menyatakan, Thailand harus belajar untuk hidup bersama Covid-19 dengan pemahaman bahwa penyakit tersebut akan menjadi penyakit yang endemik yang terbatas pada beberapa negara tertentu.
Melansir Bangkok Post, salah satu strateginya akan melibatkan vaksinasi kelompok rentan seperti lansia dan orang yang memiliki permasalahan kesehatan, mengembangkan vaksin baru, melaksanakan tindakan pencegahan setiap saat, dan mempersiapkan satuan tugas responsif yang akan turun ke masyarakat.
Pemerintah Thailand juga akan menerapkan pendekatan bubble and seal untuk perusahaan, dimana jika lebih dari 10 persen pekerja ternyata positif corona, maka mereka akan diisolasi di rumah sakit sementara lainnya diperbolehkan untuk tetap masuk kerja di bawah pengawasan ketat. Setelah 28 hari mereka akan dites lagi, setelah negatif maka mereka akan diperbolehkan pulang dan bekerja kembali.
Adapun dirjen tersebut mengatakan lockdown akan selesai pada Selasa (31/8) dan pemerintah akan melakukan penilaian apakah akan membuka negaranya atau tidak. Ia berharap mulai September dan ke depannya aktivitas kembali seperti semula.
Adapun pembukaan negara Asia Tenggara itu tidak berarti membuka semua wilayahnya karena sejumlah daerah masih rentan dan harus dikendalikan dengan ketat.
Adapun, menurut juru bicara perdana menteri, Anucha Burapachaisri, AstraZeneca akan mempercepat pengiriman sisa dosis vaksin untuk memenuhi komitmen mengirimkan 61 juta dosis ke Thailand sebelum akhir tahun. Adapun Anucha mengatakan pemerintahnya akan membeli 60 juta dosis lagi pada tahun depan. (BP, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi