KAIRO-KEMPALAN: Pemimpin Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri baru saja terbunuh dalam serangan Drone yang dilancarkan oleh CIA.
Tetapi, sebenarnya, siapa Ayman Al-Zawahiri yang diangap menjadi kunci penyebaran ideologi Al-Qaeda dan juga strategis utama dalam semua tindakan kelompok teroris tersebut?
Al-Zawahiri merupakan seorang ahli beda mata yang pada saat ini berumur 71 tahun.
Al-Zawahiri, yang seringkali mendapatkan julukan ‘The Doctor’ lahir pada tahun 1951 dari keluarga penting di Mesir.
Ia adalah cucu dari Imam Besar di Masjid Al-Azhar.
Ia juga seorang anak dari seorang Profesor di bidang Farmakologi.
Dalam kehidupan semasa kecil, ia sempat ditangkap oleh polisi pada saat berumur 15 tahun ketika bergabung ke organisasi Islam terlarang.
Ia kemudian juga belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Kairo—dimana disebutkan oleh kawannya bahwa ia merupakan seorang lelaki normal—yang sering pergi ke bioskop, mendengarkan lagu dan juga bercanda ria dengan kawannya.
Namun disebutkan juga bahwa dalam masa pendidikannya, ia aktif dalam grup bersenjata yang melakukan oposisi ke pemerintah.
Grup bersenjata tersebut kemudian berubah menjadi kelompok Jihad—yang mencoba menyusupi militer Mesir—dan bahkan disebutkan bahwa kelompok tersebut menyimpan senjatanya di klinik pribadinya.
Tetapi, namanya baru melambung ketika Al-Zawahiri mencoba melakukan pembunuhan terhadap Presiden Mesir pada saat itu yaitu Anwar Saddat.
Ia kemudian dikurung selama 3 tahun karena adanya ancaman pembunuhan dan kepemilikan senjata ilegal.
Setelah itu, ia kabur ke Pakistan—dimana ia menjadi relawan Palang Merah untuk mengobati pejuang Afghanistan yang terluka dalam menghadapi pasukan Uni Soviet.
Di saat itu lah ia bertemu dengan Osama Bin Laden.
Tetapi, bahkan tanpa adanya Osama bin Laden, Al-Zawahiri gencar melakukan teror dan tindakan untuk menggulingkan pemerintahan Mesir—yang bahkan sampai membunuh 1,200 orang Mesir.
Pada tahun 1995, ia juga menjadi dalang dalam serangan di Kedubes Mesir di Pakistan yang membunuh 16 orang.
Kemudian, ia membunuh 62 turis di kota Luxor, Mesir.
Karena tindakannya tersebut, ia kemudian dikenai hukuman mati—namun berhasil kabur karena dibantu oleh Osama bin Laden—dimana dipercayai pada saat itu sudah berdiri Al-Qaeda.
Secara ringkas, kelompok Al-Qaeda melancarkan serangan teroris terbesar dalam sejarah umat manusia yaitu serangan 9/11.
Pada saat itu, dipercaya bahwa otak dari semua serangan 9/11 adalah Al-Zawahiri.
Namun, dirinya tidak terlalu prominen di publik, sehingga hanya Osama bin Laden saja yang selalu menjadi target prominen.
Hingga pada akhirnya, Osama bin Laden yang merupakan pimpinan Al-Qaeda terbunuh pada tahun 2011—dan kemudian dalam waktu dua bulan saja, Al-Zawahiri ditunjuk sebagai pimpinan baru.
Di pidatonya, Al-Zawahiri juga berjanji untuk tetap menyerang Barat.
Namun di masa kepemimpinannya, Al-Qaeda menjadi semakin ‘Pecah’ karena kurangnya atensi sebab adanya kemunculan ISIS dan konflik Suriah.
Tidak ada kejadian penting atau tindakan teror dari Al-Qaeda selama dipimpin oleh Al-Zawahiri, namun ia masih tetap menjadi buronan internasional.
Hingga pada akhirnya, ia mulai kembali terlacak pada awal tahun di Kabul—dan terbunuh pada hari ini.
(Aljazeera/CNN/Kompas, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi