Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 07:28 WIB
Surabaya
--°C

Kembangkan Transportasi Publik, Pemkot Surabaya Siap Terapkan BTS

SURABAYA-KEMPALAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mengembangkan Buy the Service (BTS) di Kota Pahlawan. Pengembangan BTS tersebut bertujuan untuk mengatasi problematika transportasi di kawasan perkotaan. Program BTS merupakan program Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengajak masyarakat menggunakan alat transportasi publik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan siap menjalankan program BTS di Surabaya. Ia yakin BTS bisa berjalan sesuai dengan tujuan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim, apalagi pemkot sudah membuat angkutan massal berbasis jalan berupa Suroboyo Bus sejak tahun 2018.

“Sejak tahun 2018, kita sudah menggunakan Suroboyo Bus. Sesuai dengan visi Wali Kota Surabaya, bagaimana menciptakan alat transportasi modern dan sustainable,” kata Irvan, dalam Webinar Pengambangan Angkutan Massal Berbasis Jalan dengan Skema BTS di Kawasan Perkotaan Surabaya, Rabu (24/11).

BACA JUGA  Polsek Porong Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Pesawahan, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Irvan melanjutkan, visi ini akan terasa kurang lengkap jika tidak diimbangi dengan misi Wali Kota Surabaya. Salah satunya berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim, untuk mengatasi kemacetan di tengah perkotaan menggunakan BTS.

Dia yakin, dengan BTS transportasi di Kota Surabaya akan terintegrasi dan bisa terkoneksi satu sama lain. Seperti angkutan berbasis transportasi jalan dengan transportasi berbasis rel kedepannya. “Kami harap dengan program BTS akan menjawab keterpaduan transportasi tersebut. Termasuk bisa terkoneksi antara transportasi satu dengan yang lainnya,” ujar Irvan.

Saat ini, lanjut Irvan, Pemkot Surabaya tengah fokus melakukan penataan tata ruang dan menyiapkan infrastruktur seperti jalan, trotoar, transportasi kota yang modern dan suitanable. Bukan hanya fokus pada penyediaan mobilitas, akan tetapi juga mengembangkan sistem clustering untuk mempertimbangkanwaktu dan biaya (time and cost). Sehingga, ketika masyarakat menggunakan alat transportasi publik akan terasa nyaman.

BACA JUGA  Satu Rumah, Tiga Matra Garuda: Jejak Emas Keluarga Atlet Mukti Wibowo Mengguncang Asia

“Jadi kami lebih…”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.