Agar program BTS berjalan lebih maksimal, Dishub Surabaya juga menerapkan push strategy sebagai pendukungnya. Langkah yang pertama yaitu traffic demand manajemen, hal ini meliputi parkir progresif dan penyediaan lahan parkir (park and ride), untuk kendaraan pribadi di sekitar rute BTS Suroboyo Bus dan feeder. Cara ini agar memudahkan masyarakat beralih ke layanan transportasi umum.
Sedangkan kedua, ada pengaturan waktu dan ruang jalan kendaraan pribadi yang melintas di jalan- jalan tertentu, yang dilewati rute BTS Suroboyo Bus dan Feeder. Ketiga, penerapan tarif Suroboyo Bus dan Feeder agar terjangkau bagi masyarakat serta terintegrasi tiketnya dengan antar moda dan park and ride.
Keempat, konektivitas rute BTS menghubungkan moda trans Suroboyo bus, feeder, dan angkutan kota yang ada di Terminal Purabaya dan Terminal Osowilangun.
“Sedangkan kelima, konektivitas rute BTS juga menghubungkan terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, Bandara Juanda, distrik perdagangan dan perbelanjaan, distrik perkantoran, serta fasum lainnya,” katanya.
Mulai tahun 2022, lanjut Irvan, Pemkot Surabaya dan Dishub Surabaya akan melaksanakan perbaikan feeder yang rencananya masuk ke perkampungan dan perumahan. Angkutan feeder ini akan menjadi pilot project dan disiapkan tiga rute.
“Kami punya PR, sebenarnya ada 71 rute feeder, dengan harapan bisa cepat untuk disatukan dengan pola BTS. Akan tetapi, untuk rute feeder saat ini sedang kita siasati untuk ke arah sana. Tahun depan, pilot projectnya akan kami adakan uji coba 36 unit feeder untuk tiga rute, untuk mendukung Suroboyo Bus,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi