
Oleh: M. Nigara
Wartawan Olahraga Senior
KEMPALAN: INNALILLAHI wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, legenda bulutangkis putri kita, Hj. Verawaty Fajrin, Ahad (21/11/2021) pukul o6.58, di rumah sakit Dharmais. Vera wafat setelah bertarung dengan kanker yang insyaa Allah menjadi penggugur dosa-dosanya.
Allah berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 30 yang berbunyi :
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ
Wa mā aṣābakum mim muṣībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya’fụ ‘ang kaṡīr.
Artinya: Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).
Aamiin ya Rabb..
HARI itu sekitar 20-23 Maret 1980, saya bersama seorang sahabat se Kampus, STP, Totok, bertandang ke daerah Senen, Jakarta Pusat. Oleh Bos saya, redaktur Olahraga Harian Kompas, Bang Valens, ditugaskan menyaksikan semifinal All-England dari rumah Verawaty Wiharjo.
Ya, saat itu Vera akan berhadapan dengan Lene Koppen, pebulutangkis Denmark, di laga final All-England, jika saya tak keliru. Vera menjadi single wanita kedua kita yang bisa tampil di final.
Di semifinal Vera mengalahkan Yonekura dari Jepang, 11-4 dan 11-9. Sebelumnya, tahun 1968 Minarni Soedaryanto, menjadi pebulutangkis putri kita yang pertama bisa menembus final All-England. Minarni menang rubber set di semifinal atas pebulutangkis Jepang juga, Takagi. Dan baru 1990-1991, Susi Susanti menjadi pebulutangkis kita yang mampu merebut gelar tunggal putri All-England.
Nonton bareng

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi