Menu

Mode Gelap

kempalanggun · 18 Nov 2021 18:19 WIB ·

LaNyalla Kenalkan Salam Huruf “L” di Muna


					Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memperkenalkan Salam L saat menghadiri silaturahmi dan jamuan makan siang oleh Bupati Muna di Rumah Dinas Bupati Muna, Sulawesi Tenggara, Kamis (17/11/2021). Perbesar

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memperkenalkan Salam L saat menghadiri silaturahmi dan jamuan makan siang oleh Bupati Muna di Rumah Dinas Bupati Muna, Sulawesi Tenggara, Kamis (17/11/2021).

MUNA -KEMPALAN: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memperkenalkan Salam L saat menghadiri silaturahmi dan jamuan makan siang oleh Bupati Muna di Rumah Dinas Bupati Muna, Sulawesi Tenggara, Kamis (17/11/2021).

Salam L selalu dilakukan LaNyalla dalam setiap kunjungan ke daerah. Salam itu turut memotivasi LaNyalla dalam bekerja menyerap aspirasi daerah dan membantu membangun bangsa. Salam ini rupanya juga menjadi kode kesiapan LaNyalla menjadi Capres 2024.

“Salam L ini maknanya adalah Habluminallah dan Habluminannas. Karena keduanya tidak bisa dipisahkan. Yakni hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Salam L juga bisa dimaknai Salam Literasi, Salam LaNyalla, atau Salam Lanjutkan Jokowi sampai 2024. Setelah 2024, Insya Allah saya siap meneruskan,” kata LaNyalla.

Kedatangan LaNyalla di Muna, disambut tarian Linda Muna, tarian adat untuk menyambut tamu kehormatan. Ketua DPD RI disambut langsung Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba, Wabup Bachrun dan jajaran Forkopimda Kabupaten Muna.

Sedangkan Ketua DPD RI didampingi senator Andi Muh. Ihsan dan Lily Amelia Salurapa (Sulsel), Djafar Alkatiri (Sulut), Habib Ali Alwi (Banten), Andi Nirwana, Wa Ode Rabia Al Adawiya dan Amirul Tamim (Sultra), Fachrul Razi (Aceh) dan Sekjen DPD RI Rahman Hadi.

Dijelaskan LaNyalla, salah satu keinginan terbesar DPD RI adalah amandemen konstitusi ke-5 sebagai bagian untuk memperkuat peran lembaga tersebut.

Karena setelah amandemen tahap 1 sampai 4 semua dikunci oleh partai politik. Termasuk pencalonan presiden dengan adanya ambang batas pencalonan.

“Kita ingin Presidential Threshold 0 persen. Supaya anak-anak bangsa yang punya potensi bisa mencalonkan dan dicalonkan menjadi Presiden. Karena hak dan kewajiban warga negara untuk memilih dan dipilih itu sama,” papar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, dahulu negara Indonesia merdeka karena sumbangsih para raja dan sultan Nusantara, juga entitas civil society lainnya seperti kaum terdidik, ulama, tokoh masyarakat, militer dan lainnya.

Namun, hingga saat ini entitas civil society itu tidak dilibatkan dalam perjalanan bangsa.

“Yang justru berperan dan menentukan malah partai politik. Padahal mereka bisa dibilang datang belakangan. Karena gerakan politik para pejuang kemerdekaan dengan partai politik itu dia hal yang berbeda,” ujar dia.

LaNyalla menginginkan adanya kesetaraan dalam hal itu. Kesetaraan antara partai politik dan kalangan non partai politik.

“Kalau parpol bisa usung capres, harusnya non parpol seperti anggota DPD juga bisa usung yang sama,” jelas LaNyalla lagi.

Makanya LaNyalla meminta dukungan dalam amandemen konstitusi. Karena hal itu akan bermanfaat bagi daerah.

“Kalau tidak ada calon dari non parpol akan sulit memajukan bangsa terutama daerah. Yang bisa mewakili entitas civil society seperti kaum terdidik, ulama, tokoh masyarakat, militer dan lainnya, idealnya adalah kalangan non partisan,” tuturnya.

Makanya LaNyalla sengaja datang ke Muna. Berdasar literasi sejarah dan saat dirinya berkeliling di beberapa kerajaan, LaNyalla menganggap ada sesuatu di Muna.

“Saya sengaja datang ke Muna karena leluhur Buton itu ternyata dari Muna. Katanya Muna adalah tanah berkah.

“Makanya saya datang ke Muna untuk berdoa. Salah satu doa adalah ingin jadi presiden. Kalau keinginan kan boleh boleh-boleh saja. Semoga ada takdir Allah,” ujar LaNyalla.

Semakin sering berkeliling ke daerah, LaNyalla mengaku semakin mantap untuk maju menjadi Presiden.

“Sejak dilantik saya sudah keliling ke 33 Propinsi, 340 kabupaten/kota untuk menyerap aspirasi. Dan masih banyak persoalan yang harus dibenahi. Itulah yang memantapkan saya untuk mengubah keadaan negara ini,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Muna La Ode Muhammad Rusman Emba, mengucapkan terimakasih dengan kedatangan Ketua DPD dan para senator. Peran DPD sangat strategis dan harus didukung.

“Benar Pak Ketua. Muna adalah tanah berkah. Insya Allah yang datang di Muna dan berdoa di Muna keinginannya akan terkabul. Insya Allah keinginan Pak LaNyalla menjadi Presiden akan tercapai,” kata La Ode Muhammad Rusman Emba.

Dijelaskan Bupati Muna, saat ini pihaknya sedang mendesain adanya Trans Sulawesi di Muna agar sarana dan prasarana transportasi semakin baik sehingga tidak kalah dengan di Jawa.

“Kami minta dukungan juga agar pembangunan di Muna dan di Indonesia timur semakin maju. Saya yakin Pak Ketua DPD bisa melakukan hal itu karena saya lihat komitmennya sangat besar bagi NKRI,” ujarnya. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

In Memoriam Bunda Rahayu: Terima Kasih atas Jasa Kebajikanmu

28 November 2021 - 11:34 WIB

Acara ”Meet and Love” di Akhir Tahun

28 November 2021 - 11:30 WIB

Peringati Hari Guru 2021, Dinas Pendidikan Surabaya Bakal Gelar Konser Amal

28 November 2021 - 06:35 WIB

H Subandi SH Terpilih Aklamasi Muscab Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo

27 November 2021 - 21:31 WIB

Pemprov Jatim Raih Dua Penghargaan di BKN Award 2021

27 November 2021 - 08:44 WIB

Guruku, Api yang Tak Pernah Padam

26 November 2021 - 19:22 WIB

Trending di kempalanggun