Kapal Tiongkok Halangi Kapal Filipina di Teritori Sengketa

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Tensi di Laut Cina Selatan-SindoNews

MANILA-KEMPALAN: Kapal Penjaga Pesisir Tiongkok dikabarkan menghalangi dan menggunakan water cannon ke dua Kapal Suplai Filipina di teritori sengketa yang termasuk ke dalam ZEE Filipina. Tindakan tersebut kemudian menimbulkan eskalasi konflik diantara kedua negara.

Tindakan blokade dan penggunaan water cannon ke Kapal Suplai Filipina menimbulkan kemarahan dari Pemerintah Filipina karena kapalnya sedang berada dalam zona ZEE Filipina.

Menteri Luar Negeri Filipina yaitu Teodoro Locsin Jr. mengatakan dalam konflik tersebut tidak ada korban jiwa, namun dua Kapal Suplai Filipina harus menunda misinya untuk memberikan suplai makanan ke pulai Thomas Shoal Kedua yang berada di Provinsi Palawan.

Locsin mengatakan dalam akun Twitter pribadinya bahwa terdapat tiga Kapal Penjaga Pesisir milik Tiongkok yang beraksi secara ilegal.

Ia kemudian menyuruh Tiongkok untuk segera pergi dari kawasan tersebut.

Dari adanya kejadian tersebut, Pemerintah Filipina kemudian mengatakan bahwa Tiongkok telah memancing amarah dan dendam serta protes dari pihaknya.

Pihak Filipina mengatakan bahwa Tiongkok gagal untuk menjaga dirinya dari upaya menjaga perdamaian dan justru menimbulkan ancaman bagi hubungan antara kedua negara tersbeut.

Sejauh ini, tidak ada komentar dari pihak Tiongkok dalam menanggapi permasalahan tersebut.

Kawasan tersebut memang sedang menjadi sengketa antara negara-negara Asia Tenggara dengan Tiongkok karena tumpang tindihnya klaim yang ada.

Tiongkok memiliki klaim bahwa kawasan tersebut merupakan daerah teritorialnya yang resmi secara hukum, namun menurut Filipina, teritori tersebut berada di kawasan ZEE-nya.

Telah berkali-kali Tiongkok “Agresif” dalam tindakannya di Laut Cina Selatan yang kemudian menimbulkan tensi yang ada.

Terlebih lagi negara-negara Barat yang dipimpin oleh AS telah berkali-kali memperingatkan Tiongkok mengenai tindakan klaim semena-menanya di kawasan tersebut.

(France24, Muhamad Nurilham)

BACA LAINNYA

Kertas Putih

Dhimam Abror Djuraid
0

Dari Li ke Li

Kempalan News
0

Gunung Teresa

Kempalan News
0

Kerelaan Anda

Kempalan News
0

Kado Muktamar

Kempalan News
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *