Menu

Mode Gelap

kempalansport · 17 Nov 2021 00:31 WIB ·

Faktor Inilah yang Sempat Ganggu Awal The Minions


					Aksi Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat mengawali Indonesia Masters. (Foto: PP PBSI) Perbesar

Aksi Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat mengawali Indonesia Masters. (Foto: PP PBSI)

NUSA DUA-KEMPALAN: Sebagai tiga kali juara bertahan dalam ajang Indonesia Masters, pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengawali turnamen kali ini dengan mulus.

Bertanding di Bali International Convention Centre & The Westin Resort, Nusa Dua, Selasa sore (16/11) pasangan nomor satu dunia ini menang mudah atas ganda putra Korsel Choi Solgyu/Kim Wonho dengan straight game 21-19, 21-17 dalam tempo 43 menit.

Walaupun mampu menang dengan mudah, Kevin/Marcus sempat menemui kendala sebelum dia mampu menjinakkan Choi/Kim. Kendala yang sama sekali tidak mereka bayangkan pada saat tes lapangan sehari sebelumnya, Senin (15/11).

Kendala itu datang dari shuttlecock yang digunakan dalam turnamen tersebut. Pasangan ini pun sepakat bahwa shuttlecock yang mereka pakai ketika itu sedikit lebih berat dari shuttlecock biasa mereka pakai saat sesi latihan.

’’Shuttlecock yang digunakan ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Laju bola sekarang juga jadi lebih lambat,’’ ungkap Kevin dalam pernyataan resminya terkait yang diterima dari PP PBSI ke atlet, pelatih dan ofisisal.

Gara-gara itu, mereka pun harus memutar otak sebelum bisa menaklukkan Panther/Carry. ’’Kami bahkan sampai harus menggunakan banyak strategi untuk mengatasi permasalahan itu,’’ sambung Kevin.

Keluhan tentang shuttlecock bukan hanya terlontar dari Kevin/Marcus, hal yang tidak jauh berbeda juga dikeluhkan pebulutangkis tunggal putra Jepang Kento Momota. Dikutip situs Badminton Indonesia, Momota juga mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan shuttlecock.

Apalagi, seumur-umur dia sering bertanding di turnamen yang berlangsung di Indonesia, baru kali ini Momota keteteran menaklukkannya.

’’(Shuttlecock) di sini agak berat. Biasanya, kalau saya bertanding di Indonesia, shuttlecock-nya tidak seberat ini, dan itu sudah mempengaruhi permainan saya,’’ sebut pebulutangkis berusia 27 tahun itu.

Beruntung Momota bisa cepat beradaptasi dengan persoalan shuttlecock yang lebih berat bobotnya tersebut. Sehingga, dia pun sukses menekuk salah seorang wakil Indonesia Tommy Sugiarto. Momota sukses menaklukkan Tommy dengan skor 21-12, 21-16. (Yunita Mega Pratiwi)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Selangkah Lagi The Minions Tuntaskan Trilogi di Bali

5 Desember 2021 - 00:08 WIB

Persibo Bojonegoro Didiskualifikasi dari Liga 3 PSSI Jatim, Ada Apa…?

4 Desember 2021 - 17:47 WIB

Hadiri Kejurnas Selam Piala Gubernur Jatim 2021, Khofifah Minta Para Atlet Junjung Sportivitas

4 Desember 2021 - 16:20 WIB

Liga Inggris: Prediksi Wolves vs Liverpool

4 Desember 2021 - 12:57 WIB

Hasil BWF World Tour Finals 2021: Perjuangan Berat Wakil Indonesia di Semifinal

4 Desember 2021 - 09:35 WIB

Liga Inggris: Prediksi West Ham vs Chelsea

4 Desember 2021 - 09:11 WIB

Trending di kempalansport