Minggu, 26 April 2026, pukul : 14:01 WIB
Surabaya
--°C

Budak Energi

Setelah kota-kota kita dirusak dan dilumpuhkan oleh mobil dan motor asing, kita juga melihat bahwa kohesivitas sosial kita makin berkurang. Baik motor maupun mobil adalah simbol mobilitas individual. Makin besar cc mesin-nya, pemiliknya makin merasa menjadi raja jalanan. Dipersepsi sebagai simbol modernitas kelas menengah, kehadiran kedua jenis budak energi itu semakin rakus merampas ruang publik, juga angkutan publik. Angkutan publik di banyak kota dalam kondisi hidup segan mati tak mau. Bis atau trem umum sebenarnya bisa menjadi instrumen mengurangi kemacetan sekaligus perekat kehidupan masyarakat yang majemuk. Bus sekolah yang bersih, teratur dan nyaman bisa menjadi platform pendidikan kewarganegaraan bagi siswa-siswa dari berbagai latar belakang ekonomi, sosial dan budaya. Saat ini, di parkiran sekolah dan kampus favorit, justru dipenuhi oleh mobil mewah dan motor di parkiran bertingkat. Kampus justru menjadi tempat dengan jejak karbon paling hitam.

Sikap Presiden yang dengan sangat percaya diri mencoba motor RI1 di atas track Mandalika itu teladan buruk dari seorang pemimpin. Mungkin jika motor RI1 itu buatan anak-anak SMKN Mataram, masih ada rasa bangga yang muncul. Perlu diingat bahwa yang kita butuhkan adalah mobilitas, bukan motor, apalagi mobil. Keduanya adalah budak energi. Jika lengah, kita bisa menjadi budak berikutnya.

Rosyid College of Arts,
Gunung Anyar, 17/11/2021

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.