Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 16 Nov 2021 09:10 WIB ·

Bupati Ngapak


					Bupati Banyumas Achmad Husein ketika Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. (Twitter) Perbesar

Bupati Banyumas Achmad Husein ketika Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. (Twitter)

KEMPALAN: Logat Banyumas memang sangat khas. Banyak orang menganggapnya lucu. Tapi, Bupati Banyumas Achmad Husein tidak sedang melucu ketika meminta supaya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memberi tahu dulu sebelum melakukan OTT (operasi tangkap tangan).

Pernyataan itu diungkapkan Bupati Husein dalam pertemuan kepala daerah se-Jawa Tengah dengan KPK di Semarang (11/11). ‘’Kami semua takut kena OTT, pak. Karena itu sebelum melakukan OTT sebaiknya kami diberi tahu dulu. Kalau sudah berubah tidak usah ditangkap, tapi kalau tidak mau berubah baru ditangkap’’. Begitu kata Husein.

Pernyataan Husein itu viral dan bikin heboh. Bukan logat Husein yang khas yang bikin heboh, tapi pernyataan itu dianggap lucu karena sangat kontradiktif dan tidak masuk logika. OTT adalah operasi senyap yang dilakukan secara rahasia, terencana, dan penangkapan dilakukan secara mendadak.

Kalau petugas KPK harus memberi tahu dulu sebelum operasi, itu namanya bukan OTT tapi reality show untuk program TV ‘’Keciduk’’. Bahkan korban program Keciduk pun tidak tahu dia bakal diciduk. Kalau OTT KPK diberitahukan dulu pasti akan lebih lucu dibanding Keciduk. OTT kok janjian.

Husein tidak sedang melucu. Meski logat Banyumas-nya kental, dia serius dengan pernyataannya. Yang dia maksud adalah, sebaiknya KPK lebih mengedepankan proses pencegahan korupsi daripada penindakan. Tapi, karena logat Husein yang ‘’ngapak’’ maka pernyataanya itu dijadikan bahan guyonan di media sosial.

Gaya Banyumasan ala Husein memang polos, lugu, dan terdengar lucu bagi banyak orang. Logat semacam itu sering secara pejoratif disebut sebagai ‘’dialog ngapak’’. Dialek ini dipakai di daerah Jawa Tengah bagian tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat.

Logat ‘’ngapak’’ ala Banyumasan dipraktikkan di wilayah selatan Banyumas, Purwokerto, dan sekitarnya sampai ke wilayah utara Tegal dan sekitarnya. Ada beberapa perbedaan tipis dalam dialek Banyumasan utara dan selatan, tetapi secara keseluruhan genre-nya sama.

Penyebutan ‘’ngapak’’ terkesan diskriminatif. Tapi bagi masyarakat Banyumasan sebutan itu sudah dianggap biasa dan malah menjadi trade mark. Bahkan, dialek ngapak bisa mendatangkan banyak rezeki bagi para komedian dan selebritas.

Dulu ada Kasino dari Warkop yang selalu memakai logat Banyumasan dalam setiap penampilannya. Dalam film-film Warkop Kasino selalu memerankan pemuda desa yang merantau ke Jakarta dan menjadi snobis baru tapi dialek ngapaknya masih kental. Dengan dialek ngapak ini Kasino menjadi salah satu komedian bintang atas yang sukses di Indonesia.

Ada juga Cici Tegal yang pernah terkenal dengan logat Banyumasan ala Tegal yang kental. Cici, yang punya nama asli Sri Wahyuningsih, terdengar fasih dan medok logat Tegalnya, meskipun dia Betawi tulen.

Di kanal Youtube dan di acara-acara televisi dialek ngapak banyak dipakai untuk melucu. Acara ‘’Bocah Ngapak’’ menjadi salah satu acara lawak favorit dengan setting alam desa Banyumas dan logat anak-anak Banyumas yang meriah. Ilham dan kawan-kawannya selalu mengocok perut dengan kepolosan dan keluguannya.

Tapi, jangan keliru. Di kalangan pengamat militer, Banyumas disebut sebagai ‘’Prusia-nya Indonesia’’. Sebutan keren ini merujuk pada budaya militer Prusia yang menjadikan Jerman sebagai kekuatan militer besar yang disegani di Eropa. Salah satu tokoh Prusia yang disegani adalah Raja Wilhelm II yang berhasil menjadikan Prusia sebagai kekuatan militer hebat dalam Perang Dunia I.

Banyumas juga melahirkan tokoh-tokoh militer yang berjasa besar dalam sejarah perjuangan Indonesia. Banyumas melahirkan Jenderal Soedirman yang menjadi bapak TNI. Jenderal Soedirman adalah satu di antara tiga jenderal bintang lima yang dimiliki Indonesia bersama Jenderal AH Nasution dan Jenderal Soeharto.

Pahlawan nasional Jenderal Gatot Subroto juga kelahiran Banyumas. Di era Orde Baru Banyumas juga menyumbangkan banyak tokoh nasional seperti Soepardjo Roestam, Soerono, Yasir Hadi Broto, Sony Harsono, dan beberapa lainnya.

Banyumas menyebut diri sebagai Kota Satria karena banyak pahlawan nasional yang lahir dari sana. Keluarga besar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga berasal dari Banyumas. Keluarga ini dikenal sebagai keluarga intelektual yang melahirkan ilmuwan dan tentara profesional.

Kakek Prabowo, Margono Djojohadikusumo, adalah pejuang nasional yang mendirikan BNI (sekarang Bank BNI). Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, adalah begawan ekonomi Indonesia yang berjuang di bidang ekonomi sejak era kemerdekaan sampai era Orde Baru.

Dua orang paman Prabowo, Subianto dan Suyono adalah aktivis pemuda yang ikut berjuang dalam perang kemerdekaan, dan menjadi tokoh pemuda yang memainkan peran sentral pada proses kemerdekaan Indonesia.

Orang Banyumas dikenal…

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Rumini dan Siskaee

9 Desember 2021 - 08:18 WIB

Omicron dan Nataru

8 Desember 2021 - 09:19 WIB

Percuma Lapor Polisi

7 Desember 2021 - 08:29 WIB

Novia

6 Desember 2021 - 10:04 WIB

Semeru

5 Desember 2021 - 09:19 WIB

Sugali

4 Desember 2021 - 09:17 WIB

Trending di Kempalpagi