Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, M. Januar Rizal menerangkan, pihaknya sudah melakukan survei dan pendataan ke lokasi rumah ambruk.
Sebelumnya, lanjut dia, ketua RT setempat pernah mengajukan perbaikan rumah itu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
“Sebelum pandemi, Pak RT setempat sempat mengajukan rumah tersebut agar dapat diperbaiki melalui program Rutilahu. Namun, terkendala surat tanahnya, karena statusnya milik irigasi,” kata Rizal.
Meski demikian, Rizal menyatakan bahwa Pemkot Surabaya tetap mengupayakan agar rumah tersebut dapat segera diperbaiki. Rencananya, perbaikan rumah itu akan diajukan melalui Surabaya Peduli.
“Kami akan buatkan laporan dulu terkait kondisi real di lapangan. Nanti mungkin bisa dimasukkan atau diajukan melalui Surabaya Peduli. Karena status tanahnya irigasi, sehingga perbaikan rumah tidak bisa melalui program Rutilahu,” jelas dia.
Disampaikan, ketua RT setempat bersama warga sekitar siap bergotong-royong untuk memperbaiki rumah yang ambruk tersebut. Misalnya, apabila nanti ada bantuan berupa material bahan bangunan seperti bata, pasir serta semen.
“Kita tetap upayakan agar rumahnya segera bisa diperbaiki. Bahkan, Pak RT juga bersedia mengerahkan warganya untuk bergotong-royong membantu memperbaiki rumah tersebut,” kata Rizal. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi