Start dari Grid Kesepuluh, Ini yang Diharapkan Rossi
VALENCIA-KEMPALAN: Balapan pemungkas MotoGP musim ini pada Grand Premio Motul de la Comunitat Valenciana di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu petang (14/11) menjadi momen perpisahan dengan juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut.
Sebab, setelah MotoGP musim ini berakhir, Vale (sapaan akrab Rossi) memutuskan pensiun dari dunia yang membesarkan namanya tersebut. Rossi pun akan memulai balapan dari start yang ke-10 setelah menuntaskan sesi kualifikasi, Sabtu (13/11).
Dalam sesi kualifikasi, pembalap berkebangsaan Italia tersebut menuntaskan kualifikasi dengan waktu kualifikasi 1 menit 30,746 detik. Dia masih terpaut 0,102 detik dari pembalap LCR Honda Idemitsu Takaaki Nakagami.
Memulai balapan dari grid kesepuluh itu terjadi untuk kali kedua sepanjang balapan Rossi pada musim ini. Pertama dia dapatkan ketika GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir Agustus lalu.
Selain seri balapan MotoGP yang berlangsung di Silverstone dan Ricardo Torno, rata-rata Rossi hanya mampu menempati starting grid di luar sepuluh besar.
Media-media di Eropa menyebut, pembalap-pembalap MotoGP akan memberikan jalan bagi The Doctor (julukan Rossi) untuk finis lebih cepat dalam balapan besok. Termasuk yang disebutkan salah seorang murid Rossi di MotoGP musim ini, Francesco Bagnaia.
Pecco (sapaan akrab Bagnaia) ingin memberi penghormatan terakhir kepada sang guru. ’’Tetapi, saya tidak tahu apakah kami bisa (memberi jalan kepada Vale). Ingatkah Anda betapa susahnya bersepakat dengan ke-20 pembalap yang lainnya,’’ ungkap Pecco seperti yang dikutip dari situs Motosan.
Apalagi sebelum balapan di Ricardo Tormo, Rossi juga bermimpi pensiun dengan koleksi poin sebanyak 46 angka musim ini. Angka itu sama persis dengan nomor yang dia pakai di motornya, 46.
Dengan Rossi yang sekarang masih mengumpulkan 38 poin, maka dia masih membutuhkan total delapan tambahan poin lagi jika menginginkan koleksi poin serupa dengan nomor sepeda motor yang dia tunggangi.
Tapi apa jawaban Rossi? Ternyata dia tidak mau menerima tawaran tersebut. Dia ingin menjalani balapan ke-432-nya dengan kemampuannya sendiri. Bukan karena bantuan pembalap lain dalam misi penghormatan baginya.
’’Apa yang saya harapkan dari mereka? Saya tidak tahu apa yang mereka harapkan. Mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan,’’ pungkas Rossi. (La Gazzetta dello Sport, Yunita Mega Pratiwi)





