Menu

Mode Gelap

kempalanews · 13 Okt 2021 13:18 WIB ·

Bupati Bandung Wajibkan Warganya Berbahasa Sunda Tiap Hari Rabu


					Bupati Bandung Dadang Supriatna saat membuka Dialog Budaya di Padepokan Giriharja Kel Jelekong, Kec Baleendah, Kab Bandung, Rabu (13/10/21).(Iwa/Kempalan) Perbesar

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat membuka Dialog Budaya di Padepokan Giriharja Kel Jelekong, Kec Baleendah, Kab Bandung, Rabu (13/10/21).(Iwa/Kempalan)

KAB BANDUNG-KEMPALAN: Bupati Bandung Dadang Supriatna mewajibkan warganya untuk berbicara dalam Bahasa Sunda di setiap Hari Rabu. Bupati menyatakan kewajiban tersebut nantinya akan dituangkan dalam Peraturan Bupati Bandung.

Dengan demikian dalam setiap aktivitas di lingkungan Pemkab Bandung dan sekolah pun wajib berbahasa Sunda setiap Hari Rabu. Hal ini dilakukan Bupati Bandung dalam upaya melestarikan budaya Sunda.

“Mulai hari ini saya mewajibkan bagi masyarakat Kabupaten Bandung untuk berbicara dengan Bahasa Sunda di setiap hari Rabu. Nanti kita tidak lanjuti membuat Perbup-nya,” tandas bupati, usai membuka Dialog Budaya Strategi Pemulihan Produktifitas Seniman dan Budayawan dalam Kondisi Covid-19, di Padepokan Giriharja Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (13/10/21).

“Begitu juga di sekolahan diwajibkan berbahasa Sunda tiap Hari Rabu. Jangan sampai anak-anak kita itu urang Sunda, tapi tidak bisa berbahasa Sunda. Karena itu kita buatkan kurikulum bermuatan lokal Basa Sunda dan memahami seni budaya Sunda, nantinya dibuatkan silabus untuk siswa SD, SMP dan SMA,” imbuh Kang DS.

Dengan demikian, kata dia, generasi muda Kabupaten Bandung nantinya bisa memahami tentang Basa Sunda dan sejarah Sunda, yang pada akhirnya filosofis Sunda bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan muatan lokal ini pula, nak-anak juga nantinya bisa menghargai bahasanya sendiri dan menjadikan suatu kebanggaan. Bahkan Kang DS juga menyakini, jika urang Sunda memahami isi dari kandungan Basa Sunda, maka akan memahami pula isi dan kandungan dari Al Quran.

“Karena karakter dari Bahasa Sunda itu pada hakikatnya merupakan pendalaman dari kandungan Alquran” jelasnya.

Pada kesempatan itu Kang DS juga mengungkapkan, Dialog Budaya Strategi Pemulihan Produktifitas Seniman dan Budayawan dalam Kondisi Covid-19 ini merupakan upaya untuk mencari solusi dan langkah-langkah konkrit agar para seniman budayawan bisa mempertahankan keberlangsungan hidupnya. (iwa ahmad sugriwa)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Minta Pemuda Beri Gagasan untuk Kemajuan Kabupaten Bandung

27 Oktober 2021 - 10:55 WIB

Cangkrukan di Balai RW, Wali Kota Eri Serap Aspirasi Warga

27 Oktober 2021 - 08:23 WIB

Yaqut Durung Ngimpi Teles, Sukmawati Resmi Murtad

27 Oktober 2021 - 06:09 WIB

Temani Istri Tagih Utang Rp 500 Ribu, Pria Ini Dibakar

26 Oktober 2021 - 23:03 WIB

Diduga Cabuli Istri Tersangka, Kapolsek Beserta Jajarannya Dicopot 

26 Oktober 2021 - 22:56 WIB

Gus Yani: Gresik Tak Ingin Banjir Tahunan Kali Lamong Terulang Lagi

26 Oktober 2021 - 19:55 WIB

Trending di kempalanews