BEIJING-KEMPALAN: Presiden Tiongkok, Xi Jinping berupaya untuk menulis kembali sejarah yang ada. Pemimpin partai Komunis Tiongkok tersebut telah berkumpul untuk melakukan ratifikasi resolusi yang pada intinya akan memberikan Xi Jinping sebuah peluang untuk mengamankan posisinya sebagai Presiden untuk tiga periode.
Dalam konferensi yang dilakukan selama empat hari silam, Partai Komunis Tiongkok yang diwakili oleh 400 anggota tingkat atas melakukan pertemuan secara tertutup untuk mendiskusikan permasalahan yang penting bagi Tiongkok.
Konferensi tersebut dilakukan secara tertutup dan hasil resolusi yang ada belum dirilis secara resmi ke publik.
Namun diperkirakan bahwa hasil resolusi baru tersebut merupakan reinterpretasi dari adanya kejadian-kejadian bersejarah di Tiongkok.
Pembicaraan mengenai reinterpretasi sejarah Tiongkok terdengar sangat tidak biasa, namun beberapa ilmuwan dari Tiongkok mengatakan bahwa konferensi tersebut bisa saja terjadi hanya untuk membahas reinterpretasi sejarah Tiongkok yang baru.
“Dokumen tersebut menjadi sangat penting karena hal tersebut akan menjadi ketiga kalinya dalam sejarah 100 tahun selama Partai Komunis Tiongkok berkuasa bahwa resolusi tersebut dirilis ke publik” ucap Olivia Cheung yang berasal dari University of London School of Oriental and African Studies (SOAS).
Sebelum Xi Jinping, hanya Mao Zedong dan Deng Xiaoping yang berani untuk mengubah kembali sejarah Tiongkok.
Mao Zedong yang menjadi penemu dari Partai Komunis Tiongkok menggunakan resolusi tersebut sebagai senjata politik pada tahun 1945 untuk mengkritisi tindakan masa lalu dari musuhnya.
Resolusi tersebut kemudian memberikan Mao Zedong otoritas untuk menguasai Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi