LOMBOK TENGAH-KEMPALAN: Gelaran balapan motor World SBK (WSBK) Indonesia yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, baru dimulai pada 19 November mendatang.
Tetapi, sudah ada insiden yang kurang mengenakkan terjadi. Sejumlah media sosial menunggah cuplikan salah seorang staf Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor lokal di ajang WSBK Indonesia, membuka boks kargo milik salah satu kontestan WSBK, Ducati.
Isi dari boks kargo yang di-unboxing tersebut ternyata sepeda motor Ducati Panigale V4R milik pembalap Italia, Michael Ruben Rinaldi. Pembalap berusia 25 tahun itu turun di bawah bendera Aruba.it Racing-Ducati.
Laporan dari situs Speedweek mengklaim, kejadian tersebut diduga dilakukan pada Rabu (10/11) siang atau menjelang sore waktu setempat (WITA). Atau, terjadi kurang dari 24 jam setelah tiba di Lombok.
Kabarnya, gara-gara unboxing ilegal tersebut memancing reaksi keras dari Direktur Sport Ducati Corse Paolo Ciabatti. Petinggi Ducati itu sampai marah besar. Ciabatti tidak habis pikir kejadian ini bisa terjadi.
Buntut dari insiden tersebut, kini tengah dilakukan penyelidikan internal dari pihak MGPA soal insiden tersebut. Khawatirnya masih ada boks kargo tim lainnya yang sudah di-unboxing dengan secara ilegal. Bukan hanya milik Ducati.
Apabila mengacu dengan prosedur tetap di WSBK selama ini, hanya dua pihak yang dibolehkan membuka boks kargo berisikan sepeda motor dalam setiap serinya. Yaitu otoritas kepabeanan di negara setempat dan tim pemilik kargo.
Dengan cara seperti itu, maka kemungkinan terjadinya spionase dan manipulasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bisa dicegah sejak awal.
Memang, ketika insiden itu terjadi, sebagian besar kru dan staf paddock tim-tim WSBK masih belum ada yang datang ke arena balapan. Setidaknya sampai Minggu (14/11) atau Senin (15/11) nanti karena harus menjalani dua hari karantina terlebih dahulu.
Gara-gara kejadian ini, Direktur Eksekutif WSBK Gregorio Lavilla menyampaikan permohonan maaf terkait insiden tersebut. ’’Kami meminta maaf sebesar-besarnya. Insiden ini di luar kontrol kami,’’ ucap Lavilla.
Lavilla pun menegaskan bahwa pihaknya sudah membuat sikap, terutama kepada oknum MGPA yang diduga pelaku unboxing ilegal tersebut. ’’Karyawan yang membuka boks kargo itu sudah kami pecat,’’ sambung Lavilla. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi