Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 01:29 WIB
Surabaya
--°C

Antara Alat dan Tujuan

Hamid Abud Attamimi

Aktivis Dakwah dan Pendidikan, tinggal di Cirebon

KEMPALAN: Ketika kita mengenalkan dan mengajarkan nama-nama barang atau peralatan di rumah pada anak-anak sejak dini, sebenarnya kita ingin mereka lebih dari sekedar menghafal, tetapi juga memahami fungsi masing-masing benda tersebut.

Mereka, anak-anak jadi mengerti, ketika melihat gelas atau piring, itu terkait untuk minum dan makan, dan itu tidak melulu ketika mereka melihatnya di rumah.

Atau mungkin pada anak yang lebih besar, kita memberi tau tentang api yang panas, atau air hujan di halaman yang bisa jadi licin dan membahayakan.

Konsep-konsep ini diajarkan sesuai perkembangan usia dan akalnya, dengan tujuan suatu saat akan lengkaplah pengetahuannya, mereka tak cuma memahami kegunaan itu semua untuk dirinya, juga untuk membantu sesama.

Demikianlah sampai disini hendaknya kita memahami, bahwa apapun yang namanya alat bukanlah sesuatu yang menjadi tujuan, dan hendaklah menggunakan alat sesuai fungsi dan kegunaannya.

Mempunyai sesuatu tidaklah cukup, bahkan tidak sama sekali mencerminkan bahwa anda mengerti tentangnya, kecuali anda mampu menunjukkan bahwa anda mampu menggunakannya dan sesuai dengan tujuan untuk apa alat tersebut dibuat.

Menjadi amat menyedihkan menyaksikan perilaku warga Bangsa ini akhir-akhir ini, bahkan perilaku tersebut diperagakan oleh mereka yang notabene adalah para pemegang amanah kekuasaan.

Unsur pendukung utama kekuasaan adalah Kepercayaan, dan rakyat menyerahkan dengan sepenuh hati dan segenap keyakinan.

Menyalahgunakan Alat demi tujuan

Kekuasaan tidak lalu dijadikan alat untuk bekerja tuntas bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat, bahkan meraih kekuasaan adalah alat dan tujuan sekaligus, oleh karenanya lalu kekuasaan seolah berkah dan rahmat yang telah dimiliki dan harus dipertahankan.

Untuk apa? Demi keuntungan perorangan, kelompok dan golongan, bahkan muncul statement seolah kekuasaan tersebut adalah hadiah khusus bagi mereka dan justru akan salah urus jika diamanahkan pada yang lain.

Inilah Negeri cinta alat, karena dengan memiliki alat, mereka bisa melupakan tujuan.

Sebetulnya tidak sepenuhnya melupakan tujuan, karena hakekatnya mereka mengganti atau menggeser tujuan, yang semula sesuai amanat Undang-undang bagi kesejahteraan rakyat, maka lalu rakyat itu dimaknai sebagai kepentingan individu atau kelompok.

Hukum yang semestinya…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.