Menu

Mode Gelap

Kempalanbis · 10 Nov 2021 16:49 WIB ·

Rapat Gubernur Kalbar Usir Perwakilan 20 Perusahaan Sawit, Ketua DPD RI: Wajar Karena Harus Berpihak ke Rakyat


					Langkah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengusir perwakilan 20 perusahaan sawit dalam rapat di Pemprov Kalbar mendapat tanggapan beragam. Saat diminta pendapatnya, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai sikap tersebut sangat wajar. Perbesar

Langkah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengusir perwakilan 20 perusahaan sawit dalam rapat di Pemprov Kalbar mendapat tanggapan beragam. Saat diminta pendapatnya, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai sikap tersebut sangat wajar.

SURABAYA -KEMPALAN: Langkah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengusir perwakilan 20 perusahaan sawit dalam rapat di Pemprov Kalbar mendapat tanggapan beragam. Saat diminta pendapatnya, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai sikap tersebut sangat wajar.

Bagi LaNyalla, seorang kepala daerah memang harus berpihak pada kepentingan rakyat.

“Sikap yang diperlihatkan Gubernur Kalimantan Barat sangat wajar. Karena, sikap itu adalah bentuk kekecewaan beliau terhadap situasi bencana banjir di daerahnya, termasuk kepada para wakil dari perusahaan kelapa sawit,” kata LaNyalla, saat kunjungan dapil di Jawa Timur, Rabu (10/11/2021).

Dalam penilaian LaNyalla, pihak perusahaan kelapa sawit pun seharusnya mengerti kondisi daerah tempat mereka berusaha.

“Harus ada kepedulian, khususnya pada masyarakat. Pihak perusahaan sudah seharusnya sensitif dengan kondisi yang ada di daerah. Jangan hanya terkesan mencari untung, tetapi tidak mau membantu sekitar,” katanya.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, perusahaan harus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah.

“Ada hal-hal dimana perusahaan dan pemerintah daerah bersinergi. Khususnya untuk membantu masyarakat. Kepedulian ini harus dibentuk,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menumpahkan kekecewaannya kepada 20 perusahaan sawit yang beroperasi di wilayahnya.

Sebanyak 20 perusahaan yang ia panggil, diharapkan membantu warga yang terdampak banjir. Namun, ke-20 perusahaan itu tak ada yang sudi memenuhi permintaan Sutarmidji dengan berbagai alasan. Sutarmidji pun geram dan mengusir mereka.

Menurut Sutarmidji, puluhan perusahaan itu tidak mempunyai nurani dan tanggung jawab. Padahal, kata dia, bencana hidrologi yang terjadi di Kalbar kemungkinan disebabkan deforestasi oleh aktivitas tambang dan perkebunan sawit. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Wali Kota Eri: Semua Perizinan di Surabaya Melalui Aplikasi

28 November 2021 - 06:38 WIB

 Mencari Skema Pembiayaan Syariah Inovatif untuk Pembangunan

27 November 2021 - 13:22 WIB

Kunker ke Sumbar, Ketua DPD RI Minta Masalah Tol Padang-Pekanbaru Segera Diselesaikan

26 November 2021 - 16:27 WIB

Aktif Dorong Peningkatan Perdagangan Antar Provinsi, Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Kadin

26 November 2021 - 10:57 WIB

Forza Horizon 5 Pecahkan Rekor Pemain di Konsol Xbox

25 November 2021 - 17:00 WIB

Seminar FBE UK Petra- Griffith University: Bangun Sektor Pariwisata dan Perhotelan Pasca-covid-19

25 November 2021 - 15:37 WIB

Trending di Kempalanbis