Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 10:49 WIB
Surabaya
--°C

Wagub Emil Apresiasi Penanganan Banjir Pemkab Gresik

GRESIK-KEMPALAN: Dampak jebolnya tanggul di beberapa titik di Kab. Gresik hingga membanjiri pemukiman warga mendapat perhatian serius Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Untuk mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan, Emil meninjau dampak banjir yang terjadi di Desa Bengkelolor, Kecamatan Benjeng dan Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Kab. Gresik, Senin (8/11).

Didampingi perwakilan petugas dari Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik, mantan Bupati Trenggalek itu melihat posko pengungsian yang sudah disiapkkan. Dia juga melihat kesiapan para petugas Dapur Umum yang disiapkan BPBD Pemprov Jatim bekerjasama dengan Pemkab Gresik.

Melihat kesiapa-siagaan itu, Emil mengapresiasi penanganan banjir yang sudah dilakukan. Mulai memperkuat tanggul hingga normalisasi sungai menggunakan alat berat. “Sebuah apresiasi karena Pemkab Gresik tidak tidur menghadapi ini. Penanggulangan dan normalisasi sudah dijalankan Pemkab Gresik sejak Oktober awal. Langkah-langkah itu terus kita tingkatkan dan kita dorong,” kata Emil.

BACA JUGA  Polsek Candi Serahkan Bibit Jagung Hibrida Perkasa kepada Petani, Perkuat Ketahanan Pangan di Sidoarjo

Emil menjelaskan, jebolnya Tanggul di Desa Bengkelolor, Kec. Kedamean, Kab. Gresik menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Setidaknya total ada 13 tanggul yang jebol. Empat alat berat sudah dikerahkan untuk memperkuat tanggul di Kab. Gresik.

Sedangkan alat berat milik Pemprov Jatim masih diperbantukan untuk menangani banjir bandang yang terjadi di Kota Batu.

“Kita cari solusi bagaimana mobilisasi alat berat untuk penanganan sekitar 13 tanggul di Kab. Gresik,” ujarnya.

Upaya melakukan penanganan-penanganan darurat di Kali Lamong, kata Emil, harus dilakukan secara bertahap. Karena skalanya dinilai cukup besar.

“Kalau di total, penanggulangan dilakukan sekitar 100 km. Menanggul 100 km merupakan proyek yang sangat besar,” tuturnya.

BACA JUGA  Aning Rahmawati: Pokir Harus Transparan, DPRD Wajib Pertanggungjawabkan ke Publik

Menurutnya, penanganan banjir di Kali Lamong harus dilakukan secara bertahap. Pada prinsipnya, menangani sungai dimulai dari hilir hingga hulu. Dengan kata lain, sebut Emil, dimulai dari titik-titik yang paling urgent.

“Berdasarkan pemetaan yang paling darurat, dimulai dari Desa Jono, Kecamatan Cerme, berlanjut ke Desa Tambakberas, kemudian ke Desa Morowudi,” jelasnya.

Sementara terkait wacana…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.