Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 00:59 WIB
Surabaya
--°C

‘Seraut Wajah’ Ebiet G. Ade Kembali Rilis dalam Bentuk Piringan Hitam

JAKARTA-KEMPALAN: Para penggemar musik lawas sudah pasti mengenal musisi legendaris sekaligus penulis lagu ternama Ebiet G. Ade yang telah banyak mengeluarkan lagu-lagu dengan makna mendalam.

Kali ini salah satu album miliknya yang berjudul ‘Seraut Wajah’ akan dirilis dalam bentuk piringan hitam. Sebelumnya album tersebut sudah pernah dirilis pada tahun 1991 oleh perusahaan rekaman miliknya yang bernama EGA Records.

Perihal makna, ‘Seraut Wajah’ sendiri memiliki arti yang bagus yakni tentang sosok seorang pejuang yang sedang bekorban untuk membela tanah airnya. Purwa Tjaraka dan R. Tony Suwandi terlibat dalam album ini sebagai pengaransemen.

Di dalamnya terdapat delapan lagu yang seluruhnya diciptakan oleh Ebiet G. Ade yakni ‘Seraut Wajah’, ‘Dengarkanlah Kata-kataku’, ‘Apakah Ada Bedanya’, ‘Biarlah Aku Diam’, ‘Langit Terluka’, ‘Ketika Aku Mulai’, ‘Berjalan Diam-Diam’, dan ‘Kembara Lintasan Panjang’

Penggemar penyanyi Ebiet G. Ade sudah pasti tahu mengenai tema lagu apa yang sering dibawakan, ia juga dikenal dengan lagu-lagunya yang membahas alam dan duka derita dari kondisi nyata yang sering terjadi di sekitar kita. Tentu semua itu dibawakan dengan genre folk pop, country, dan soft rock serta dikemas dalam format balada.

Pada awal kariernya ia seringkali memotret suasana kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang yang membuat tema lagunya pun beragam dan tidak melulu tentang alam, tetapi ada juga lagu-lagu bertemakan cinta, sosial-politik, bencana, religius, keluarga, dll. Apalagi sentuhan musiknya sempat mendorong pembaruan pada dunia musik pop Indonesia karena dinilai berbeda dan menarik untuk didengar banyak orang.

Ebiet merupakan salah satu penyanyi yang mendukung rilisnya album ‘Kita Untuk Mereka’, sebuah album yang dikeluarkan berkaitan dengan terjadinya tsunami pada tahun 2004 bersama dengan 57 musisi lainnya.

Bakat menyanyinya ia wariskan kepada buah hati yang kini menekuni dunia musik yang bernama Aderaprabu Lantip Trengginas alias Adera dan Segara Banyu Bening. Sosok ayah selalu menjadi panutan dan inspirasi bagi keduanya dalam berkarya di bidang musik.

“Siapapun orangnya pastinya inspirator pertama pasti orangtua karena kita belajar pertama kali kan dari orangtua apalagi profesi yang sekarang lagi kita geluti juga sama dengan ayah, jadi sebagian besar inspirasi yang didapat sejak kecil semuanya dari orangtua,” ujar Sagara

Jika kamu ingin mengoleksi piringan hitam ini maka kamu bisa mengunjungi took resmi Musica Studio’s dan e-commerce sementara musiknya sudah bisa didengar melalui berbagai platform music digital. (Antara, Hayuni Alfiana)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.