Dalam beberapa tahun terakhir, Damaskus dapat dikatakan bebas dari serangan semacam pengeboman dan lainnya terutama sejak pasukan dan milisi sekutu merebut kembali kawasan yang dipegang oleh pemberontak pada tahun 2018. Serangan ini adalah serangan di ibu kota yang paling mematikan sejak pengeboman yang diklaim oleh kelompok ISIL dengan menargetkan Istana Keadilan pada Maret 2017 yang sedikitnya menewaskan tiga puluh orang.
Pemboman Damaskus mematahkan pernyataan pemerintah bahwa perang yang telah berlangsung selama satu dekade telah berakhir. Perang di Suriah belum berakhir dan akan berlanjut lagi karena rezim Suriah masih memiliki musuh utamanya. Kekhalifahan ISIS yang dulu tersebar luas dan tersebar di sebagian besar Irak dan Suriah telah menghilang pada awal 2019 di Suriah Timur. Sejak itu, pemerintah Suriah memberikan fokus utama terhadap Iblib, yaitu tempat berkumpulnya banyak pemberontak yang dipaksa menyerah di bagian lain negara ini.
Daerah tersebut didominasi oleh kelompok jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS), tetapi HTS tidak mengklaim serangan di Daamaskus selama bertahun-tahun. Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Turki dan Rusia berjalan secara efektif dan membuat pertempuran di Idlib dalam keadaan siaga.
(Aljazeera/BBC, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi