Minggu, 14 Juni 2026, pukul : 09:32 WIB
Surabaya
--°C

Jabar Juara Umum PON XX Papua, Jatim Urutan Tiga

MIMIKA-KEMPALAN: Kontingen Jawa Barat (Jabar) memastikan diri tampil sebagai juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Hingga penutupan pada Jumat (15/10), Jabar menyabet

133 keping medali emas, 105 perak, dan 115 perunggu.

Jabar unggul jauh atas DKI Jakarta yang merebut posisi runner-up. DKI menyabet 110 medali emas, 91 perak, 100 perunggu. Urutan ketiga ditempati Jatim yang menyabet 110 medali emas, 89 perak, dan 88 perunggu.

Tuan rumah Papua menyusul di urutan keempat dengan torehan 93 medali emas, 66 perak, dan 102 perunggu. Sementara urutan kelima diisi Bali yang membabit 28 medali emas, 25 perak, dan 53 perunggu.

Dengan hasil tersebut, Jabar berhasil mempertahankan gelar juara umum yang diraih pada PON XIX 2016. Kala itu Jabar sebagai tuan rumah tampil perkasa dan menyabet 217 medali emas, 154 perak, dan 529 perunggu. Jawa Timur di posisi runner-up dengan perolehan 132 medali emas, 138 perak, dan 134 perunggu.

BACA JUGA  Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Hijaukan Kota, Wujudkan Sidoarjo Asri di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Jatim menggungguli DKI Jakarta yang berada di urutan ketiga dengan 132 medali emas, 123 perak, dan 118 perunggu. Namun, kali ini DKI berhasil menyodok Jatim dan menempatkan diri pada posisi runner-up.

Keduanya sama-sama menyabet 110 medali emas. Hanya saja medali perak dan perunggu DKI lebih banyak dibanding Jatim. Padahal, pada PON XX/2021 Papua Jatim sejak awal menargetkan juara umum dengan membidik 136 medali emas. Namun sayang target itu gagal. Bahkan, Jatim menurun ke urutan ketiga, disalip DKI Jakarta.

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim M. Nabil mengatakan, pihaknya tetap bersyukur dengan capaian para atlet saat ini. Apalagi persiapan menuju PON XX Papua terganggu karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

BACA JUGA  DPP PKB Umumkan 38 Komandan Baru, Siapkan Trah Kemenangan 2029

“Kami bersyukur dengan persiapan seperti yang kita rasakan bersama kemarin di Surabaya dan Jatim, bahwa kita masih bisa memberikan hasil yang maksimal. Kita waktu itu terjadi ke khawatiran karena (intensitas) latihan jelas-jelas sudah terkurangi. Dan, kami kesulitan mengukur kekuatan lawan. Karena tidak ada even di semua cabor,” kata Nabil, Jumat (15/10).

Kami masih…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.