“Kami masih berpedoman kepada Pra PON, dimana separo dari cabor yang ikut PON juara umum. Tetapi, antara Pra PON dengan PON ini kan menjadi dua tahun akhirnya. Nah, dua tahun itu susah untuk melakukan identifikasi dan mengkonfirmasi kekuatan-kekuatan (daerah) lain. Kecuali kalau sesama rekan atlet yang berada di Pelatnas. Itupun jumlahnya sangat minim,” sambungnya.
Apalagi, menurut Nabil, Jatim kalah dengan selisih dua perak dari DKI Jakarta. Meskipun dari Jabar agak selisih jauh, tapi ia mengaku bersyukur dengan hasil yang dicapai para atlet di PON XX Papua.
Memang diakui ada beberapa cabor yang targetnya lepas. Antara lain yudo, tarung drajat, dan biliar yang tampil di kluster Mimika. Juga cabor lain yang tampil di kluster Jayapura. Namun ada pula yang melebihi target, seperti selam, wushu, panahan, dan panjat tebing.
Untuk itu, lanjut Nabil, setelah ini akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh, mengapa kok Jatim sampai gagal mencapai target juara umum di PON XX Papua.
“Apakah karena wasit atau faktor lain, nanti akan kita evaluasi. Namun, secara umum saya bersyukur atas prestasi yang telah diraih pada PON XX Papua ini,” pungkas Nabil. (Dwi Arifin)
PEROLEHAN MEDALI PON XX/2021 PAPUA
1.Jabar 133 105 115
2. DKI 110 91 100
3.Jatim 110 89 87
4.Papua 93 66 102
5.Bali 28 25 53
6.Jateng 27 47 64
7.Kaltim 25 33 42
8.Riau 21 25 21
9.NTB 15 11 12
10.Lampung14 10 12

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi