Rabu, 8 Juli 2026, pukul : 05:32 WIB
Surabaya
--°C

Ada Apa dengan Meta?

Oleh: Teguh Santoso

KEMPALAN: PERTAMA kali dalam sejarah bursa saham Amerika terjadi kemerosotan nilai valuasi pasar sebesar lebih dari Rp 3.600 triliun dalam satu hari perdagangan bursa pada 3 Februari 2022 lalu (patut dicatat bahwa nilai ini lebih besar dari nilai APBN kita).  Sontak membuat gusar para investor dunia! ‘Ada apa dengan Meta?’ adalah tanya yang banyak mengelayuti benak investor dan analisis di muka bumi selepas rontoknya harga saham Facebook termasuk mempertanyakan keberlanjutan eksistensinya. Padahal masih lekang dalam ingatan betapa Oktober 2021 lalu sang CEO Mark Zuckerberg dengan gagah mendeklarasikan Meta Corp. Sebagai nama baru dari Facebok selaku induk beragam bisnis digital yang telah sukses dibesutnya selama ini, sebut saja Instagram, Whatsapp, Messenger hingga divisi metaversenya, yakni Realty Labs.

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

Nama terakhir ditengara sebagai biang-kerok rontoknya harga saham Meta di bursa dikarenakan rangkaian kerugian yang dicatatkannya. Merujuk pada laporan keuangan perusahaan pada kuartal IV 2021 lalu, bisnis dunia virtual ini merugi lebih dari US$ 10 miliar atau sekitar Rp 144 triliun selama tahun lalu. Sebagai catatan, Realty Labs adalah divisi baru yang bertugas membangun visi CEO Meta Mark Zuckerberg untuk metaverse, termasuk perangkat keras (hardware) seperti headset VR (virtual reality) Meta Quest. Adapun data rincian rugi bersih divisi metaverse Realty Labs ini bila ditelusur lebih lanjut telah bermula sejak 2019 sebesar 4,5 miliar USD dengan pendapatan sebesar 501 juta USD. Sedangkan pada tahun 2020 sebagai awal mula pandemi, tercatat bahwa pendapatan total Facebook tak kurang dari 1,14 miliar USD namun mengalami kerugian senilai 6,62 miliar USD untuk divisi metaversenya. Di tahun 2021, sang induk usaha Meta berhasil mendongkrak pendapatannya ke level 2,27 miliar USD namun mencatatkan rugi bersih lebih besar lagi yakni 10,19 miliar USD.

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

Tak bisa dimungkiri bahwa kerugian tersebut menghambat profitabilitas Meta secara keseluruhan di tahun lalu, sejatinya perusahaan diperkirakan memiliki laba lebih dari US$ 56 miliar sepanjang tahun lalu, jika bukan karena Reality Labs yang terus merugi demi mengembangkan metaverse. Sudah barang tentu mega kerugian beruntun yang terjadi berimbas pada valuasi harga saham perusahaan sebagai konsekuensi logis. Sementara pesaing terdekatnya, semisal Microsoft Corp. tetap melenggang mencatat profit kendati tidak bisa dikatakan spektakuler.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.