KEMPALAN: Raden Panji Muhammad Noer atau yang lebih dikenal sebagai Muhammad Noer atau Cak Noer adalah seorang Gubernur Jawa Timur yang melegenda.
Saat menjabat Gubernur Jawa Timur, M Noer menggagas adanya Jembatan Surabaya Madura (Suramadu).
Muhammad Noer menjabat Gubernur Jatim selama 9 tahun pada periode 1967-1976. Gubernur Jatim ketujuh ini bernisiatif adanya Jembatan Suramadu agar akses antara Pulau Madura dan Surabaya lebih mudah.
Melansir dari situs resmi kominfo, Senin, 11 Oktober 2021, impian adanya Jembatan Suramadu ia idamkan sejak dirinya menjadi Wakil Bupati Bangkalan pada 1950.
Selama menjabat sebagai Gubernur Jatim pada masanya, M Noer sangat populer di hati rakyat Jawa Timur, terkhusus warga Madura.
Dari legendarisnya, ada cerita lucu mengenai hal ini. Jika seorang Madura ditanya siapa Gubernur Jatim, pasti jawabannya “Cak Noer”. Gubernur setelah Cak Noer dianggap sebagai pengganti Cak Noer.
Pria kelahiran Sampang, 13 Januari 1918 ini kerap melakukan kunjungan ke desa-desa setempat. Dirinya sadar bahwa mayoritas warganya di desa kebanyakan adalah buta huruf dan petani miskin.
Karena itu, M Noer memetakan solusi untuk membantu rakyat kecil hidup sejahtera.
Selain menjabat Gubernur Jatim, M Noer juga menjabat Wakil Bupati Bangkalan, Bupati Bangkalan, anggota MPR RI, dan Duta Besar RI di Prancis.
M Noer menjadi salah satu yang diusulkan sebagai pahlawan nasional karena sering memperkenalkan Indonesia melalui diplomasi kebudayaan.
M Noer merupakan sosok yang disiplin sejak kecil. Sampai usia senjanya, ia mengajarkan kedisiplinan pada anak-anak dan cucu-cucunya.
M Noer hidup dengan teratur. Tiap hari ia tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 04.30. Setelah salat shubuh dan mandi, ia membaca koran atau majalah, baru kemudian sarapan.
Noer memiliki hari khusus di tiap pekan untuk kontrol kesehatan ke dokter. Ia juga rajin berenang. Makan makanan sehat, cek kesehatan, olahraga, dan menghindari rokok bisa dilakukan Noer dengan kedisiplinan tinggi.
Tak heran jika usia hidupnya mencapai 92 tahun. Setelah nafasnya berakhir, beliau pun dimakamkan di Kampung Morkompah, Sampang, Madura. (tempo/kominfo/Akbar Danis)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi